CIREBON — Peta kuliner Kota Udang tak melulu soal nasi jamblang dan empal gentong. Dalam beberapa tahun terakhir, seblak—kerupuk basah khas Bandung—telah beradaptasi dan melahirkan cabang rasa baru di Cirebon. Para pengusaha muda lokal berlomba menghadirkan inovasi, dari kuah kaldu yang lebih pekat hingga konsep prasmanan yang memanjakan selera.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah warung seblak prasmanan. Di tempat ini, pengunjung bisa memilih langsung puluhan bahan tambahan—mulai dari bakso, sosis, ceker, tulang ayam, hingga aneka seafood—dengan harga yang dihitung per porsi. Konsep ini memungkinkan setiap orang meracik level pedas dan isian sesuai keinginan.
Berbeda dengan seblak pada umumnya yang mengandalkan kencur dan cabai, beberapa warung di Cirebon mengembangkan kuah kaldu merah yang lebih kental. Warna merah merona berasal dari perpaduan cabai keriting dan cabe rawit yang dihaluskan, lalu dimasak bersama kaldu ayam atau udang hingga mengental. Hasilnya, rasa pedasnya terasa hingga ke tenggorokan tanpa menghilangkan gurihnya kaldu.
Tren seblak seafood juga mulai merebak di Cirebon. Beberapa warung menyajikan topping cumi segar, udang kupas, dan kerang dara yang dimasak langsung dalam kuah seblak. Tekstur seafood yang kenyal berpadu dengan kerupuk yang setengah lunak menciptakan sensasi berbeda dibanding seblak konvensional yang biasanya hanya berisi bakso dan sosis.
Sebagian besar warung seblak hits ini buka mulai sore hingga malam hari, sekitar pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Lokasinya tersebar di pusat kota, seperti kawasan Jalan Kalibaru, Jalan Kartini, dan sekitar area kampus. Harga per porsi berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 25.000 tergantung jumlah topping yang dipilih.
Kehadiran warung-warung seblak ini tak hanya menjadi destinasi wisata kuliner, tetapi juga menggerakkan ekonomi mikro di Cirebon. Para pemilik warung rata-rata anak muda yang memanfaatkan media sosial untuk promosi. Banyak dari mereka yang memulai usaha dari gerobak kecil di pinggir jalan, lalu berkembang menjadi warung tetap dengan omzet jutaan rupiah per hari.