BOGOR — Angin kencang yang menerjang Kampung Parakanomas, RW 01, Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (24/5/2025) sekitar pukul 13.30 WIB, merusak puluhan rumah warga. Berdasarkan data dari Pemerintah Desa Tamansari, sebanyak 92 rumah mengalami kerusakan dengan 311 jiwa terdampak.
Kepala Desa Tamansari, Abah Haji Hazmi, merinci bahwa kerusakan terparah terjadi di RT 02. Dari total 49 rumah yang terdampak di wilayah tersebut, 24 unit di antaranya mengalami rusak berat dengan 204 jiwa terdampak.
“Di RT 01 terdapat 14 rumah rusak dengan 50 jiwa terdampak. Sementara di RT 03 terdapat 15 rumah rusak dengan 57 jiwa terdampak,” ujar Hazmi kepada wartawan, Minggu (25/5/2025).
Kerusakan didominasi atap rumah yang beterbangan dan dinding yang retak. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Setelah angin reda, warga langsung bergotong royong membersihkan puing-puing dan mengevakuasi barang-barang berharga. Warga yang rumahnya tidak terdampak juga menampung sementara korban yang kehilangan tempat tinggal.
Kepala Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, mengatakan dua keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah yang tidak layak huni. “Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,” ujarnya.
Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor, tercatat 75 rumah di tiga RT mengalami kerusakan. Rinciannya, satu rumah rusak sedang di RT 01, serta tujuh rumah rusak sedang dan 68 rumah rusak ringan tersebar di RT 01, RT 02, dan RT 03.
“Total terdapat 85 KK atau 333 jiwa terdampak,” kata Andi Sumardi.
Tim BPBD Kabupaten Bogor tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung berkoordinasi dengan aparatur desa, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat. Bantuan darurat berupa terpal telah disalurkan untuk menutup atap rumah yang rusak.
Pemerintah Desa Tamansari bergerak cepat melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan awal. Sebanyak dua karung beras, dua krat telur, serta lima dus mi instan telah diberikan kepada warga terdampak.
“Bantuan darurat sudah disalurkan sambil menunggu bantuan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Hazmi.
Hingga malam hari, sebagian rumah mulai diperbaiki secara gotong royong oleh warga. Edukasi kebencanaan dan imbauan kewaspadaan juga diberikan kepada warga oleh BPBD setempat.