Startup Korea LetinAR Kembangkan Lensa Kacamata AI, Target IPO 2027

Penulis: Feri Andika  •  Senin, 18 Mei 2026 | 19:29:33 WIB
LetinAR mengembangkan lensa kacamata AI inovatif dengan teknologi PinTILT untuk efisiensi cahaya.

JAWA BARAT — Pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) menunjukkan pertumbuhan agresif. Lembaga riset Omdia mencatat pengiriman global perangkat ini mencapai 8,7 juta unit pada 2025, naik lebih dari 300 persen dari tahun sebelumnya. Proyeksi 2026 menyebut angka itu akan menembus 15 juta unit.

Meta sudah menjual kacamata Ray-Ban yang diperkuat AI sejak 2023. Google membangun platform Android XR. Samsung dikabarkan akan meluncurkan kacamata AI buatannya, hasil kolaborasi dengan Gentle Monster, di ajang Galaxy Unpacked London Juli mendatang. Huawei, Alibaba, dan Xiaomi juga ikut bergerak.

Masalah Utama Kacamata Pintar: Lensa yang Boros Daya

Di balik hiruk-pikuk raksasa teknologi, LetinAR fokus pada komponen yang menurut CEO Jaehyeok Kim menjadi "bagian tersulit" dari pembuatan kacamata AI: modul optik. Komponen kecil inilah yang memproyeksikan gambar ke dalam medan pandang pengguna.

Teknologi lensa yang dominan saat ini, waveguide, bekerja seperti televisi. Cahaya disebar ke seluruh permukaan lensa untuk menciptakan gambar lebar. Hasilnya, lensa bisa dibuat tipis, tapi banyak cahaya terbuang sebelum mencapai mata. Konsekuensinya: gambar redup dan baterai cepat habis.

Pendekatan alternatif bernama birdbath yang berbasis cermin memang mengirim cahaya lebih langsung ke mata, tapi strukturnya tebal dan sulit disembunyikan di bingkai kacamata normal.

PinTILT: Cahaya Tepat Sasaran, Lensa Tetap Tipis

LetinAR mengklaim solusinya, PinTILT, menyiasati dua kelemahan itu sekaligus. Teknologi ini mengatur elemen optik mikroskopis di dalam lensa sehingga cahaya diarahkan tepat ke pupil pengguna, bukan disebar ke segala arah.

CTO Jeonghun Ha menjelaskan, dengan hanya memfokuskan pada cahaya yang benar-benar bisa masuk ke mata dan merekayasa sudut setiap elemen kecil di dalam lensa, gambar yang dihasilkan lebih terang meski ketebalan lensa tetap minimal. "Kami melihat kacamata AI sebagai platform berikutnya," ujar Kim. "Modul optik adalah bagian tersulit yang harus dikuasai para produsen kacamata AI."

Pendanaan dan Rencana ke Depan

LetinAR didirikan pada 2016 oleh Jaehyeok Kim dan Jeonghun Ha, dua sahabat sejak SMA. Putaran pendanaan terbaru senilai 18,5 juta dolar AS melibatkan Korea Development Bank dan Lotte Ventures. LG Electronics, investor sebelumnya, dikabarkan media lokal mulai mengembangkan kacamata AI sendiri—tanda betapa seriusnya raksasa elektronik Korea itu menatap kategori ini.

Dana segar itu akan digunakan untuk mempercepat produksi massal modul PinTILT. Target IPO di bursa Korea pada 2027 sudah ditetapkan.

Apa Artinya bagi Pengguna?

Bayangkan seorang pengendara motor melaju 160 km/jam, lalu panah navigasi muncul mengambang di aspal di depannya—tanpa ponsel, tanpa dasbor, cukup dari lensa helm seukuran kuku jari. Skenario itu, menurut LetinAR, bukan konsep video. Teknologi ini sudah diuji coba dan akan mulai mengaspal di jalanan Eropa tahun ini.

Jika PinTILT berhasil diproduksi massal, konsumen bisa mendapatkan kacamata pintar yang benar-benar ringan, tipis, dan tidak cepat panas—syarat utama agar perangkat ini layak dipakai sehari-hari, bukan sekadar gawai pameran.

Reporter: Feri Andika
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top