Pemprov Jabar Transformasi 41 SMA-SMK Favorit Jadi Sekolah Maung pada 2026

Penulis: Feri Andika  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:27:23 WIB
Dinas Pendidikan Jabar mempersiapkan transformasi 41 SMA-SMK favorit menjadi Sekolah Maung pada 2026.

BANDUNG — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mulai mematangkan persiapan transformasi 41 satuan pendidikan menjadi Sekolah Manusia Unggul (Maung). Puluhan sekolah yang sebelumnya berstatus sekolah favorit tersebut dijadwalkan mulai beroperasi dengan format baru pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Purwanto menyatakan bahwa penetapan puluhan sekolah ini merupakan hasil usulan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) di masing-masing wilayah. Menurutnya, KCD memiliki pemahaman paling mendalam mengenai karakteristik dan kondisi riil sekolah di lapangan sebelum dilakukan verifikasi akhir oleh tim Disdik Jabar.

Standar Baru Kelas: Maksimal 32 Siswa dan Kurikulum Khusus

Transformasi menjadi Sekolah Maung bukan sekadar perubahan nama. Purwanto menjelaskan akan ada perombakan menyeluruh mulai dari sistem seleksi siswa baru (raw input), tata kelola manajemen, pola pembiayaan, hingga kurikulum khusus yang saat ini sedang disusun oleh tim ahli.

“Akan ada kurikulum khusus untuk Sekolah Maung. Teknisnya kami mulai dari tahapan transformasi penerimaan siswa, tata kelola, hingga manajemennya,” ujar Purwanto, Sabtu (9/5/2026).

Salah satu perubahan paling signifikan terletak pada rasio siswa di dalam kelas. Disdik Jabar berencana menetapkan standar kapasitas ideal dengan jumlah maksimal 32 siswa per kelas. Selain itu, setiap sekolah dibatasi hanya boleh memiliki maksimal 12 rombongan belajar (rombel) guna menjamin efektivitas proses belajar mengajar.

“Maksimal 12 kelas. Per kelasnya maksimal 32 siswa, tapi bersifat fleksibel menyesuaikan dengan daya tampung sekolah,” tutur Purwanto menambahkan.

Mengapa SMAN 3 dan 5 Bandung Jadi Pengecualian?

Dalam skema penetapan lokasi, Pemprov Jabar menerapkan kebijakan satu daerah satu sekolah untuk tingkat SMA, dan satu sekolah per KCD untuk tingkat SMK. Namun, Kota Bandung menjadi satu-satunya wilayah yang mendapatkan pengecualian dengan penetapan dua sekolah sekaligus.

Purwanto menyebutkan total saat ini terdapat 28 SMAN dan 13 SMKN yang masuk dalam daftar transformasi. "SMA itu per daerah satu, kecuali Kota Bandung itu ada dua, lalu SMK per KCD satu. Totalnya ada 28 SMAN dan 13 SMKN," katanya.

Penetapan ini merujuk pada Keputusan Gubernur (Kepgub) setelah melalui proses verifikasi ketat. Hal ini dilakukan agar Sekolah Maung benar-benar menjadi role model pendidikan berkualitas yang merata di seluruh Jawa Barat, bukan hanya terpusat di wilayah tertentu.

Daftar Lengkap 41 Sekolah Maung di Jawa Barat

Berikut adalah daftar satuan pendidikan yang akan bertransformasi menjadi Sekolah Maung pada tahun ajaran 2026/2027:

Kategori SMA Negeri:

  • SMAN 2 Cibinong (Kab. Bogor) dan SMAN 1 Bogor (Kota Bogor)
  • SMAN 1 Depok dan SMAN 1 Bekasi
  • SMAN 1 Sukatani (Kab. Bekasi) dan SMAN 1 Subang
  • SMAN 1 Purwakarta dan SMAN 5 Karawang
  • SMAN 2 Kota Sukabumi dan SMAN 1 Pelabuhan Ratu (Kab. Sukabumi)
  • SMAN 1 Cisarua (KBB) dan SMAN 1 Cianjur
  • SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung (Kota Bandung)
  • SMAN 3 Cimahi dan SMAN 1 Soreang (Kab. Bandung)
  • SMAN 1 Sumedang dan SMAN 1 Majalengka
  • SMAN 1 Sindang (Indramayu) dan SMAN 2 Cirebon (Kota Cirebon)
  • SMAN 1 Palimanan (Kab. Cirebon) dan SMAN 2 Kuningan
  • SMAN 6 Garut dan SMAN 1 Tasikmalaya (Kota Tasikmalaya)
  • SMAN 1 Singaparna (Kab. Tasikmalaya) dan SMAN 1 Ciamis
  • SMAN 1 Banjar dan SMAN 1 Parigi (Pangandaran)

Kategori SMK Negeri:

  • SMKN 1 Cibinong (Kab. Bogor) dan SMKN 3 Bogor (Kota Bogor)
  • SMKN 2 Bekasi dan SMKN Manusia Unggul (Purwakarta)
  • SMKN 1 Cibadak (Kab. Sukabumi) dan SMKN 1 Pacet (Cianjur)
  • SMKN 1 Cimahi dan SMKN 1 Katapang (Kab. Bandung)
  • SMKN 1 Majalengka dan SMKN 1 Mundu (Kab. Cirebon)
  • SMKN 1 Garut dan SMKN 2 Tasikmalaya (Kota Tasikmalaya)
  • SMKN 1 Pangandaran

Seluruh sekolah tersebut terpilih berdasarkan usulan cabang dinas karena dianggap paling memahami kondisi sosiologis dan kesiapan infrastruktur di wilayah masing-masing.

Reporter: Feri Andika
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top