Wabup Fajar Aldila Dorong Pendidikan Bermutu dan Karakter di Hardiknas Sumedang

Penulis: Eri Subagio  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 12:30:01 WIB
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, memimpin upacara peringatan Hardiknas 2026 di pusat pemerintahan kabupaten.

SUMEDANG — Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, mengajak seluruh insan pendidikan menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai ruang refleksi. Upacara yang berlangsung khidmat di pusat pemerintahan kabupaten tersebut menjadi panggung untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional.

Fajar menekankan bahwa esensi pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya berkelanjutan dalam membentuk martabat manusia. Nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh tokoh pendidikan nasional tetap menjadi kompas utama bagi kebijakan di daerah.

Filosofi Ki Hajar Dewantara Jadi Fondasi Pendidikan Sumedang

Dalam amanatnya, Fajar Aldila menyoroti pentingnya sistem pendidikan yang humanis. Ia merujuk pada pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menekankan pola asuh yang seimbang untuk mencetak generasi masa depan yang tangguh.

“Pendidikan adalah proses memuliakan manusia. Ki Hajar Dewantara telah meletakkan dasar pendidikan melalui sistem among: asah, asih, dan asuh, yang menjadi fondasi dalam membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Fajar Aldila di hadapan peserta upacara.

Menurutnya, pembangunan karakter siswa tidak bisa berdiri sendiri hanya melalui sistem formal di sekolah. Lingkungan yang aman, kondusif, serta pengawasan yang komprehensif dari seluruh elemen masyarakat menjadi syarat mutlak terciptanya iklim belajar yang ideal.

Adaptasi Digitalisasi dan Apresiasi Tenaga Pendidik

Menghadapi dinamika zaman, Pemkab Sumedang memberikan perhatian khusus pada transformasi digital di lingkungan sekolah. Fajar mengapresiasi para guru dan tenaga kependidikan yang mampu menyesuaikan diri dengan teknologi pembelajaran terbaru tanpa kehilangan ruh pengajaran.

“Terima kasih atas dedikasi para guru dan tenaga kependidikan yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam era digitalisasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peran guru tetap tidak tergantikan sebagai pilar utama dalam perjalanan ilmu para siswa. Meski teknologi berkembang pesat, sentuhan bimbingan dan keteladanan guru tetap menjadi faktor penentu kualitas lulusan.

Target Generasi Emas dan Pendidikan Inklusif

Kepada para pelajar di Sumedang, Wakil Bupati berpesan agar mereka mempersiapkan diri sebagai "Generasi Emas" yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Kualitas pendidikan yang dikecap saat ini akan menentukan posisi Indonesia di masa depan.

“Anak-anakku, kalian adalah generasi emas yang akan menentukan masa depan bangsa. Jagalah kualitas pendidikan kalian, junjung tinggi nilai leluhur, dan hormati guru sebagai pilar utama dalam perjalanan ilmu,” pesannya.

Pemkab Sumedang berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan yang bermutu dan inklusif. Fajar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dengan pola pikir maju dan mental yang kuat demi mewujudkan visi Indonesia yang cerdas dan bermartabat.

“Kita bersama-sama mewujudkan pendidikan bermutu bagi Sumedang, demi melahirkan generasi unggul dan berdaya saing,” tegas Fajar menutup sambutannya.

Reporter: Eri Subagio
Back to top