KARAWANG — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pendaftaran lewat Perlinsos Digital memungkinkan warga mengisi data sendiri, lalu Kemensos memverifikasi kelayakan penerima bantuan. "Bagi yang paham dalam penggunaan digital, nanti bisa isi sendiri data-datanya, kemudian Kemensos akan mengecek data-data yang masuk itu," katanya.
Uji coba menyasar sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Kalimantan. Pemerintah menargetkan tahap ini rampung akhir 2026, dievaluasi, baru kemudian akses dibuka ke seluruh Indonesia pada 2027.
Dua Jalur Pendaftaran: Mandiri atau Lewat Agen Perlinsos
Warga bisa memilih mendaftar sendiri atau meminta bantuan agen Perlinsos yang tersebar di lapangan. Agen itu mencakup pendamping Program Keluarga Harapan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pengurus RT/RW, dan unsur masyarakat lain.
Jalur agen lebih sederhana. Warga cukup menyiapkan Nomor Induk Kependudukan dan nomor pelanggan listrik, lalu proses pendaftaran dibantu agen.
Langkah Daftar Mandiri: Aktifkan IKD hingga Verifikasi Wajah
Pendaftaran mandiri mensyaratkan Identitas Kependudukan Digital aktif lebih dulu. Setelah itu warga masuk ke akun Perlinsos, menjalani verifikasi wajah, lalu memasukkan nomor pelanggan PLN untuk mengetahui kelayakan bansos.
Data yang masuk dipakai Kemensos memverifikasi apakah pendaftar memenuhi persyaratan program pemerintah. Pemutakhiran data ini jadi inti uji coba Perlinsos Digital.
Mengapa Pendaftaran Dibuka Sekarang
Pemerintah mendorong digitalisasi bantuan sosial agar data penerima lebih akurat. Warga yang memenuhi kriteria penerima bansos diimbau segera mendaftar supaya bisa ikut proses verifikasi kelayakan bantuan.
Bagi warga Karawang dan daerah lain di Jawa Barat yang belum mengaktifkan IKD, langkah itu jadi syarat pertama sebelum menyentuh portal Perlinsos. Tanpa IKD aktif, jalur mandiri tidak bisa dilanjutkan.