Pencarian

60 Ambulans di Kota Cirebon Sepakat Backup PSC 119, Kini Punya Paguyuban Resmi

Kamis, 08 Oktober 2026 • 08:47:01 WIB
60 Ambulans di Kota Cirebon Sepakat Backup PSC 119, Kini Punya Paguyuban Resmi
Puluhan ambulans dari berbagai yayasan mengikuti pertemuan koordinasi yang digelar PSC 119 Kota Cirebon.

CIREBON — UPT Pelayanan Kesehatan Khusus atau PSC 119 Kota Cirebon menggelar pertemuan dengan puluhan pengelola ambulans dari berbagai lembaga sosial dan yayasan. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, Kecamatan Lemahwungkuk, itu menjadi titik awal penyamaan persepsi sekaligus pembangunan sistem koordinasi bersama.

Puluhan ambulans dari berbagai yayasan berkumpul dalam acara yang digagas PSC 119 Kota Cirebon. Selain membahas pola koordinasi, para pengemudi ambulans mendapat pembekalan operasional, termasuk pemahaman dasar penggunaan sirene saat bertugas di jalan raya.

Keterbatasan Armada Jadi Alasan Utama Kolaborasi

Kepala PSC 119 Kota Cirebon, Wijaya, menyebut kolaborasi tersebut diperlukan karena PSC 119 tidak mungkin bekerja sendiri dalam menangani seluruh laporan kegawatdaruratan yang masuk. Saat ini PSC 119 Kota Cirebon hanya memiliki tiga unit ambulans, sementara jumlah panggilan kegawatdaruratan yang diterima mencapai sekitar 150 panggilan setiap bulan.

Keterbatasan juga terjadi dari sisi personel. PSC 119 memiliki sekitar 20 personel, dengan 15 di antaranya merupakan tenaga kesehatan yang sekaligus merangkap pengemudi ambulans. Mereka harus siap memberikan pelayanan selama 24 jam.

"PSC 119 tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh fasilitas dan armada ambulans yang ada agar penanganan kegawatdaruratan bisa maksimal," jelas Wijaya.

Ambulans Yayasan Diminta Jadi Kekuatan Cadangan

Keberadaan ambulans milik lembaga sosial maupun yayasan di Kota Cirebon dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan ketika armada PSC 119 sedang menangani banyak kejadian secara bersamaan. Wijaya mengundang pemilik ambulans sosial di wilayah Kota Cirebon untuk bersilaturahmi dan membangun kolaborasi.

"Kami mengundang ambulans yang dimiliki lembaga-lembaga sosial di wilayah Kota Cirebon untuk bersilaturahmi dan membangun kolaborasi," ujar Wijaya.

Dalam pertemuan tersebut, PSC 119 melakukan pendataan terhadap ambulans yang hadir sekaligus mengajak para pengelolanya menjadi mitra. Hasilnya, 60 ambulans yang hadir menyatakan kesediaan membangun koordinasi dan membentuk wadah bersama.

Paguyuban Ambulans Dibentuk, Koordinator Dipilih

Wadah tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi antarpengelola ambulans sehingga proses bantuan dapat dilakukan lebih cepat ketika PSC 119 membutuhkan dukungan tambahan. Para peserta juga memilih koordinator sebagai semacam paguyuban ambulans.

"Mereka merespons positif dan sambutannya baik. Ini memang pertemuan pertama. Mudah-mudahan ke depan bisa berlanjut karena tadi kami juga memilih koordinator, semacam paguyuban ambulans," kata Wijaya.

Menurut Wijaya, pembentukan jejaring ambulans tersebut bukan untuk menggantikan peran PSC 119, melainkan memperkuat sistem penanganan kegawatdaruratan di Kota Cirebon.

"Tujuan utamanya adalah meneguhkan komitmen bersama agar seluruh kondisi kegawatdaruratan yang terjadi di Kota Cirebon dapat tertangani dengan baik," ujarnya.

Konvoi ke Kantor PSC 119 Jadi Penanda Awal Jejaring

Usai kegiatan, puluhan ambulans bergerak bersama menuju kantor PSC 119 Kota Cirebon di Jalan Sudharsono, Kecamatan Kesambi. Konvoi tersebut menjadi penanda awal terbentuknya jejaring ambulans yang diharapkan terus berkembang dan semakin solid.

Wijaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila perjalanan konvoi ambulans sempat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

"Setelah pertemuan atau kopdar, kami pulang bersama. Mohon maaf kepada para pengguna jalan jika rombongan ambulans yang hendak pulang bersama ini sedikit mengganggu kenyamanan," katanya.

DPRD Kota Cirebon Apresiasi Langkah Kolaborasi

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, R Endah Arisyanasakanti SH, menilai kolaborasi antarpengelola ambulans dapat memperkuat pelayanan kegawatdaruratan, terutama di tengah keterbatasan fasilitas dan armada yang dimiliki PSC 119. Endah yang juga mengelola satu unit ambulans sosial di bawah yayasan miliknya turut hadir dalam pertemuan tersebut.

"Ini langkah yang bagus. Kami mendukung dan mengapresiasi. Tadi saya lihat semua siap memback up PSC 119," kata Endah.

Menurutnya, kekuatan pelayanan kegawatdaruratan tidak hanya bergantung pada satu institusi. Dengan kerja sama dan komunikasi yang terbangun antarpemilik ambulans, respons terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat diharapkan semakin cepat.

"Jika bersama, pelayanan sekelas PSC 119 ini tentu akan semakin maksimal," ujarnya.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialogindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks