Pencarian

Siswa SDN 1 Jayagiri Lembang Dilatih Selamatkan Diri saat Gempa, Sesar Lembang Jadi Pemicu

Jumat, 02 Oktober 2026 • 11:16:32 WIB
Siswa SDN 1 Jayagiri Lembang Dilatih Selamatkan Diri saat Gempa, Sesar Lembang Jadi Pemicu
Siswa SDN 1 Jayagiri Lembang mempraktikkan cara melindungi kepala saat simulasi gempa.

BANDUNG BARAT — Edukasi kebencanaan di SDN 1 Jayagiri tidak berhenti pada teori di dalam kelas. Para siswa diajak mempraktikkan langsung cara melindungi kepala dan berlindung di bawah meja ketika gempa terjadi. Materi itu disampaikan sebagai bekal awal menghadapi situasi darurat yang bisa datang tanpa peringatan.

Guru SDN 1 Jayagiri, Mulyati, menyebut pemahaman tindakan awal menjadi kunci agar siswa tidak panik. Menurutnya, anak-anak perlu tahu apa yang harus dilakukan saat berada di dalam ruangan.

"Anak-anak diberitahu bagaimana penanganan awal apabila terjadi bencana, yaitu dengan cara melindungi kepala. Kalau keadaannya di dalam kelas seperti ini, berlindung di bawah kolong meja," kata Mulyati.

Pramuka dan PLH Jadi Jalur Edukasi Sebelumnya

Mulyati menjelaskan, edukasi kebencanaan sebenarnya sudah masuk melalui pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dan pendidikan lingkungan hidup (PLH). Namun, pendekatan formal di kelas tetap dibutuhkan agar siswa memahami konteks keseriusannya.

"Kalau dalam praktik anak SD itu seperti bercanda karena memang keseharian mereka. Tapi kalau di kelas secara klasikal dengan guru-guru, mereka diajak serius sesuai dengan situasi dan kondisi," ujarnya.

Kegiatan yang digelar komunitas STEPPA bersama Destana Jayagiri dan KANOPI ini tidak hanya menyasar lingkungan sekolah. Edukasi juga menyasar masyarakat di tingkat RW, terutama kalangan pemuda.

Pelatihan Mitigasi Juga Menyasar Pemuda Tiap RW

Iwan Maulana dari Destana Jayagiri mengatakan, wilayah Lembang memiliki potensi terdampak gempa sehingga pemahaman mitigasi perlu terus diperkuat. Pelatihan di tiap RW menjadi salah satu cara menjangkau warga di luar sekolah.

"Bukan cuma sekolah yang jadi sasaran kita, tapi di tiap RW juga kepada pemuda-pemudanya kita memberikan pelatihan. Supaya masyarakat paham harus seperti apa kalau terjadi gempa supaya tidak panik," kata Iwan.

Menurutnya, kepanikan saat bencana dapat meningkatkan risiko karena masyarakat tidak mengetahui tindakan yang tepat untuk menyelamatkan diri.

"Biasanya kalau sudah gempa, anak-anak teriak-teriak dan tidak tahu harus berbuat apa. Mudah-mudahan dari edukasi ini bisa memberikan nilai positif dan menambah pengetahuan masyarakat," jelasnya.

Jayagiri Juga Berisiko Longsor

Iwan menambahkan, edukasi mitigasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, sebagian besar wilayah Jayagiri berpotensi terdampak gempa, sementara sejumlah sekolah juga berada di kawasan yang memiliki kerawanan longsor.

Kondisi itu membuat kesiapsiagaan tidak bisa berhenti pada satu kali pelatihan. Warga di kawasan rawan bencana perlu terus diperbarui pengetahuannya agar tahu langkah yang harus diambil ketika situasi darurat terjadi.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabarekspres.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks