SUKABUMI — Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyatakan bahwa warga yang terdampak tersebar di dua rukun tetangga. Data itu menjadi dasar penentuan jumlah bantuan air yang disalurkan ke lokasi.
"Jumlah warga terdampak sebanyak 150 KK atau 330 jiwa yang berada di RT5 dan RT6/RW4 Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong," kata Yoseph kepada Radar Sukabumi, Kamis (1/10).
Berapa Bantuan Air yang Disalurkan BPBD?
BPBD Kota Sukabumi mengirim 5.000 liter air bersih ke wilayah terdampak. Bantuan itu diarahkan untuk kebutuhan penting warga di tengah keterbatasan pasokan air.
"Bantuan ini, diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penting masyarakat di tengah keterbatasan pasokan air," ujarnya.
Distribusi air bersih berfungsi sebagai penanganan sementara untuk meringankan beban warga yang sulit memperoleh air. BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Data Warga Jadi Dasar Penyaluran Bantuan
Penanganan krisis air di Nyomplong dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Pendataan warga terdampak dipakai untuk menentukan besaran bantuan yang disalurkan.
"Data warga terdampak juga menjadi dasar dalam menentukan penyaluran bantuan air bersih," ucapnya.
Krisis air bersih di Kelurahan Nyomplong bukan kali pertama terjadi. Wilayah RT5 dan RT6/RW4 berulang kali mengalami keterbatasan pasokan air, terutama saat musim kemarau atau debit sumber air menurun.
Harapan Warga Nyomplong
BPBD Kota Sukabumi berharap bantuan air bersih dapat meringankan kesulitan warga. Pemantauan pasokan air di wilayah tersebut akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal.
"Semoga penyaluran bantuan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan," tutupnya.
Warga terdampak mengandalkan pasokan air dari bantuan sementara untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci. Perlu penanganan jangka panjang agar krisis air di Nyomplong tidak terus berulang setiap tahun.