Pencarian

Netzme Luncurkan QRIS Pocket, Perangkat Portabel untuk Juru Parkir Solo

Sabtu, 19 September 2026 • 19:04:31 WIB
Netzme Luncurkan QRIS Pocket, Perangkat Portabel untuk Juru Parkir Solo

JAWA BARAT — PT Netzme Kreasi Indonesia merilis QRIS Pocket, perangkat pembayaran portabel yang mendukung QRIS MPM, QRIS TAP berbasis NFC, dan QRIS CPM. Perangkat ini mulai dipakai 85 juru parkir di empat ruas jalan Kota Surakarta lewat kolaborasi dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, Pemerintah Kota Surakarta, dan Dinas Perhubungan. Langkah Netzme memperluas QRIS ke layanan bermobilitas tinggi, tempat mesin kasir konvensional sulit menjangkau.

QRIS Pocket mendukung tiga metode transaksi berbasis QRIS sekaligus. Kombinasi ini membuat perangkat tidak bergantung pada satu cara pembayaran saja, melainkan menyesuaikan teknologi yang tersedia di sisi pengguna maupun penerima pembayaran.

Tiga Metode Transaksi yang Didukung

Pada QRIS MPM (Merchant Presented Mode), kode QR pembayaran ditampilkan pada perangkat QRIS Pocket. Pengguna kemudian memindai kode tersebut memakai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

Metode QRIS TAP mengandalkan teknologi NFC. Pengguna cukup melakukan tap menggunakan perangkat yang kompatibel dengan fitur tersebut, tanpa perlu memindai kode.

Sementara QRIS CPM (Customer Presented Mode) bekerja dengan arah sebaliknya. Pengguna menampilkan kode QR pembayaran lewat aplikasi yang dipakai, lalu kode itu dipindai menggunakan perangkat penerima pembayaran.

Ketersediaan masing-masing metode bergantung pada fitur yang diaktifkan serta dukungan aplikasi dan perangkat yang digunakan. Netzme memposisikan fleksibilitas ini sebagai nilai jual utama QRIS Pocket.

Penerapan di Parkir Kota Surakarta

Pemanfaatan QRIS Pocket untuk layanan parkir mulai diterapkan di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Netzme berkolaborasi dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, Pemerintah Kota Surakarta, dan Dinas Perhubungan Kota Surakarta untuk mengimplementasikan perangkat ini bagi juru parkir.

Pada tahap awal, sebanyak 85 unit QRIS Pocket digunakan oleh juru parkir di empat ruas jalan. Keempatnya adalah Jalan Slamet Riyadi, Jalan Gatot Subroto, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Dr. Rajiman.

Juru parkir dapat membawa perangkat tersebut dan menerima pembayaran digital langsung dari pengguna kendaraan. Pembayaran melalui QRIS menjadi pilihan non-tunai bagi masyarakat, sementara pembayaran tunai tetap tersedia.

Implementasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencatatan transaksi digital dalam tata kelola perparkiran. Bagi penerima pembayaran, transaksi digital menghasilkan catatan yang lebih mudah dikelola dibanding penerimaan tunai.

Alasan QRIS Pocket Cocok untuk Layanan Mobilitas Tinggi

Karakteristik utama QRIS Pocket adalah bentuknya yang portabel. Perangkat ini dirancang untuk transaksi yang berlangsung langsung di lokasi dan tidak selalu berada di meja kasir.

Konsep itu membuat perangkat pembayaran seperti QRIS Pocket dapat diterapkan pada berbagai aktivitas lapangan. Parkir menjadi salah satu contoh paling jelas karena petugas bergerak mengikuti kendaraan yang datang dan pergi.

Regional Head of Central Java Hub Solo Netzme Pribadie Utomo menyebut perangkat ini relevan untuk kebutuhan transaksi dengan mobilitas tinggi.

"QRIS Pocket merupakan salah satu inovasi terbaru Netzme yang kami hadirkan untuk mendukung kebutuhan transaksi dengan mobilitas tinggi, seperti layanan parkir. Melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia, Pemerintah Kota Surakarta, dan Dinas Perhubungan, kami berharap teknologi ini dapat mendukung digitalisasi pembayaran parkir sekaligus memperluas penggunaan QRIS dalam aktivitas sehari-hari masyarakat," ujar Pribadie dikutip dari keterangan tertulis.

Konteks Perluasan QRIS di Sektor Layanan Publik

Langkah Netzme menambah daftar penerapan QRIS di sektor yang sebelumnya bergantung pada uang tunai. Bank Indonesia mendorong perluasan QRIS ke berbagai kanal pembayaran, termasuk layanan publik dan retribusi daerah.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Perhubungan menunjukkan pola adopsi yang melibatkan regulator dan pengelola layanan sekaligus. Model ini memungkinkan penerapan perangkat berjalan seiring dengan penataan tata kelola transaksi di lapangan.

Bagi pelaku usaha digital, kehadiran perangkat portabel seperti QRIS Pocket membuka peluang penerimaan pembayaran di titik-titik yang sulit dijangkau terminal konvensional. Bagi pengguna, pilihan non-tunai bertambah tanpa menghilangkan opsi pembayaran tunai yang selama ini dipakai.

Netzme belum mengungkap rencana perluasan QRIS Pocket ke kota lain atau target jumlah unit berikutnya. Implementasi di Surakarta menjadi acuan awal sebelum kemungkinan replikasi ke daerah lain.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks