JAWA BARAT — Lonjakan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar global yang mendorong investor ritel dan institusi memperkuat posisi di emas fisik. Harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut terangkat ke level Rp2.491.000 per gram, memberikan selisih atau spread yang cukup lebar bagi pemegang logam mulia.
Faktor Pendorong di Balik Rekor Harga Emas Antam
Tekanan terhadap dolar Amerika Serikat menjadi pemicu utama. Indeks dolar yang melemah dalam sepekan terakhir membuat emas yang dihargai dalam greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, termasuk rupiah. Data dari Bloomberg menunjukkan harga emas global di pasar spot pagi ini bertengger di level US$2.410 per troy ons.
Selain itu, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan September 2026 kian menguat. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga permintaan pun meningkat.
Dampak ke Investor dan Pelaku Usaha
Bagi investor ritel, kenaikan ini menjadi sinyal untuk merealisasikan keuntungan atau justru menambah posisi. "Harga buyback yang tinggi membuat likuiditas investor terjaga. Mereka bisa menjual kembali emasnya dengan selisih tipis dari harga beli," ujar analis komoditas dari salah satu perusahaan sekuritas dalam catatannya.
Di sisi lain, pelaku usaha di sektor perhiasan dan logam mulia harus menyesuaikan harga jual produk mereka. Pengrajin dan toko emas biasanya me