GARUT — Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 2 Cisero mengeksekusi pekerjaan di Jalan Sukahaji, Kampung Caringin, Desa Cisero, dengan masa pengerjaan 98 hari. Anggaran Rp1.005.735.788 dialokasikan lewat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
Selain dua ruang kelas baru dan satu kelas yang direhabilitasi sedang, pekerjaan mencakup pembangunan toilet, fasilitas sanitasi, dan penataan lingkungan sekolah. Progres 60 persen menandai tahap pertengahan menuju penyelesaian.
Ruang belajar tambahan menjadi kebutuhan mendesak di sekolah dasar wilayah Cisurupan. Dua RKB yang dibangun diklaim mampu menampung rombongan belajar yang selama ini berdesakan.
Fasilitas sanitasi juga jadi prioritas. Toilet dan saluran air bersih yang layak disebut menentukan kesehatan siswa sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah dasar.
Ketua P2SP SDN 2 Cisero, Rijal Citraloka, yang akrab disapa Aco, menyebut program revitalisasi tidak hanya berorientasi fisik. Warga Kampung Caringin dilibatkan sebagai tukang dan pekerja, termasuk orang tua siswa.
"Kami tidak hanya membangun gedung, kami membangun harapan. Kami sengaja memberdayakan warga sekitar, para tukang, pekerja, dan orang tua siswa untuk terlibat langsung. Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan anak-anak, tetapi juga masyarakat Kampung Caringin," ujar Aco.
Ia berharap keterlibatan warga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah. Harapannya, bangunan yang jadi dirawat bersama, bukan dibiarkan rusak setelah beberapa tahun.
Anggaran lebih dari Rp1 miliar menuntut transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana. Capaian 60 persen baru soal kecepatan, belum soal mutu.
Kesesuaian spesifikasi teknis, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu disebut jadi penentu apakah hasil pekerjaan bertahan lama. Pengawasan berkelanjutan diperlukan agar setiap tahap berjalan sesuai ketentuan program.
"Anak-anak di Cisero berhak mendapatkan pendidikan terbaik, di tempat terbaik. Ini adalah investasi untuk masa depan Garut," tambah Aco.
Revitalisasi SDN 2 Cisero menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Garut, khususnya Kecamatan Cisurupan. Penyelesaian sesuai target dan standar kualitas jadi kunci agar anggaran negara memberi manfaat optimal.
Bagi warga Desa Cisero, dampaknya berlapis: ruang belajar lebih layak bagi siswa, fasilitas sanitasi yang sehat, dan tambahan penghasilan bagi tukang serta pekerja lokal selama masa pembangunan.