BANDUNG — Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan Seminar Usulan Riset pada Program Studi Doktor (S3) Ilmu Politik FISIP Unpad yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dukungan disampaikan menyusul berlangsungnya forum akademik tersebut di Kampus Dago, Bandung.
Seminar usulan riset itu mengangkat judul "Transformasi Ideologi Politik Tradisionalisme Sunda: Dari Si Kabayan Menuju Bujangga Manik". Forum berlangsung di Gedung A, Lantai 1, Pascasarjana FISIP Unpad, Kampus Dago.
Bertindak sebagai pembahas dan tim penguji, antara lain Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata selaku ketua promotor sekaligus ketua sidang. Posisi anggota diisi Prof. Dr. Drs. Arry Bainus, Dr. Wawan Budi Darmawan, dan Dr. Hendra.
Prof. Oekan S. Abdoellah masuk sebagai pembahas, sementara Ari Ganjar Herdiansah melengkapi jajaran anggota penguji. Komposisi tim mencerminkan penelaahan lintas bidang, dari ilmu politik hingga kajian budaya dan lingkungan.
Dilansir dari instagram resmi FISIP Unpad, kajian ini menelaah transformasi ideologi politik dalam tradisi Sunda melalui perspektif kebudayaan dan pemikiran politik. Penelitian ini menjadi ruang akademik untuk mendalami hubungan antara nilai-nilai tradisional, identitas budaya, dan dinamika politik dalam masyarakat Sunda.
Dua figur yang disebut dalam judul riset, Si Kabayan dan Bujangga Manik, merujuk pada khazanah cerita dan naskah lama Sunda. Keduanya dipakai sebagai pintu masuk membaca pergeseran cara pandang politik masyarakat.
Rahmat Hidayat Djati menilai proses akademik yang dijalani kepala daerah merupakan hal yang layak didukung. Menurutnya, kajian semacam ini memperkuat pemahaman terhadap tradisi intelektual Nusantara.
Proses akademik ini diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan kontribusi ilmiah bagi pengembangan ilmu politik serta pemahaman terhadap tradisi intelektual Nusantara. Bagi publik Jabar, riset ini berpeluang memberi landasan berpikir soal relasi budaya Sunda dan praktik politik sehari-hari.