BEKASI — Asep Surya Atmaja menegaskan pemeliharaan bangunan sekolah tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah daerah. Guru, wali kelas, dan murid diminta ikut terlibat merawat sarana yang sudah diperbarui agar manfaatnya bertahan lama.
Kegiatan Open House di SDN Bojongsari 04 digelar untuk memperkenalkan hasil revitalisasi kepada masyarakat. Asep meninjau langsung bangunan yang telah diperbarui dan berbincang dengan para guru serta warga sekolah.
Pada 2025, sebanyak 35 sekolah jenjang SD menerima bantuan revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp20,819 miliar. Tahun berikutnya, 21 sekolah tercatat sebagai penerima dengan nilai anggaran yang sama, Rp20,819 miliar.
Dari jumlah penerima 2026 tersebut, sembilan sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan nilai sekitar Rp9,5 miliar. Sisanya masih dalam proses.
Untuk jenjang SMP, bantuan pada 2025 diberikan kepada 18 sekolah dengan nilai sekitar Rp16,24 miliar. Adapun pada 2026, bantuan mengalir ke 20 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp18,277 miliar.
Jika seluruh alokasi digabungkan, nilai dukungan revitalisasi pendidikan di Kabupaten Bekasi mencapai sekitar Rp64,8 miliar.
Asep menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, dukungan itu menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan sarana pendidikan.
"Totalnya semua sekitar Rp64,8 miliar. Saya selaku Plt Bupati Bekasi bersama masyarakat Kabupaten Bekasi dan jajaran jurnalistik pendidikan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang telah memperhatikan pendidikan," katanya.
Ia berharap revitalisasi tidak berhenti pada bangunan yang lebih baik. Fasilitas yang tersedia diharapkan mendorong siswa lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar.
"Adanya revitalisasi sekolah ini mohon dijaga dengan baik oleh guru, wali kelas, dan murid. Ini adalah sekolah kebanggaan kita," ujar Asep.
Plt Kepala SDN Bojongsari 04, Amih Suarsih, menyebut pemerintah pusat telah membangun tiga ruang kelas baru di sekolahnya. Penambahan ruang kelas itu menjadi bagian dari hasil pembangunan yang diperkenalkan melalui Open House.
Meski begitu, pihak sekolah masih membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung. Kebutuhan lapangan dan panggung seni telah disampaikan kepada pemerintah daerah untuk menunjang aktivitas siswa.
"Harapannya, apa yang sudah kami sampaikan kepada Pak Plt Bupati tadi, semoga bisa direalisasikan tahun depan," pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menilai fasilitas pendidikan yang memadai dapat mendukung terbentuknya budaya sekolah yang aman dan nyaman. Ia mengingatkan para guru dan siswa menjaga bangunan serta sarana yang telah diperbaiki.
"Mohon bangunan ini dijaga dan dirawat dengan baik oleh para guru dan siswa untuk mengoptimalkan pembelajaran," ucap Imam.