JAWA BARAT — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai pengembang aplikasi lokal mampu menembus pasar regional dan global meski investasi startup nasional menurun. Data Tech in Asia mencatat 108 kesepakatan investasi senilai USD 0,76 miliar sepanjang 2024, lalu hanya 32 kesepakatan bernilai USD 0,14 miliar pada triwulan II 2025. Kemenkraf menyiapkan kurasi karya dan pendampingan bisnis sebagai langkah pemulihan.
Pernyataan itu disampaikan Riefky di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Oktober 2026, saat menanggapi penurunan nilai investasi startup akibat fenomena tech winter. Menurutnya, kapasitas pengembang dalam negeri tidak berhenti di pasar domestik.
Riefky menilai masih banyak peluang yang belum tergarap oleh pengembang aplikasi Indonesia. Kualitas karya yang dihasilkan disebutnya sudah cukup untuk bersaing di luar negeri.
"Kami sendiri melihat bahwa sebetulnya masih banyak peluang-peluang yang baik karena para developer aplikasi kita sebetulnya banyak mempunyai hasil-hasil yang tidak hanya bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga bisa masuk ke pasar regional bahkan global," kata Riefky.
Merujuk data Tech in Asia, sepanjang 2024 tercatat 108 kesepakatan investasi senilai USD 0,76 miliar. Pada triwulan II 2025, jumlahnya menyusut menjadi 32 kesepakatan dengan nilai USD 0,14 miliar.
"Memang lagi ada penurunan investasi ataupun kerja sama terkait startup karena sempat terjadi winter tech ya begitu," ujar Riefky.
Kemenkraf berkomitmen mengoptimalkan proses kurasi karya aplikasi secara ketat. Tujuannya memastikan setiap inovasi matang dari sisi kualitas dan siap bersaing di pasaran.
"Untuk itu, kami juga terus berupaya terus mengkurasi hasil-hasil karya aplikasi kita juga agar lebih lebih kompetitif dan juga tidak hanya bergantung dengan apa istilahnya, secara kualitas memang benar-benar disiapkan secara bertahap," jelas Riefky.
Pendekatan pembangunan bisnis rintisan diarahkan lebih sehat dan rasional. Pola lama yang mengandalkan pengeluaran modal berlebihan disebut tidak lagi jadi acuan.
"Tidak terburu-buru dan cenderung ada istilah bakar duit begitu untuk investasinya," tutur Riefky.
Kemenkraf juga menyiapkan pendampingan komprehensif bagi pelaku usaha kreatif. Pengembangan kemitraan bisnis diharapkan berjalan profesional dan transparan.
"Pendampingan juga untuk bagaimana mereka bisa mempunyai mitra dan berkembang secara proper tidak digoreng-goreng, sehingga produk mereka nilai dari company mereka juga yang sesuai. Dan tentu juga akhirnya kita berharap kepercayaan investor juga bisa lebih baik," tegas Riefky.