Toyota Sora Generasi Kedua Meluncur: Bus Hidrogen Jangkauan 300 Km

Penulis: Feri Andika  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:52:31 WIB
Toyota Sora generasi kedua resmi meluncur dengan jangkauan hidrogen lebih dari 300 km.

JAWA BARAT — Toyota Sora generasi kedua resmi meluncur pada 5 Oktober 2026 dengan jarak tempuh hidrogen menembus 300 km, meski kapasitas tangkinya justru dipangkas 20 persen. Bus fuel cell hasil kolaborasi Toyota dan Isuzu ini mengisi hidrogen penuh dalam 10 menit dan menampung hingga 70 orang. Ada fitur keselamatan baru yang menarik dicermati, tapi soal harga dan pasar Indonesia masih tanda tanya.

Toyota Sora terbaru dibangun di atas platform bus listrik baterai (BEV) lantai rata milik Isuzu, dipadukan dengan teknologi sel bahan bakar hidrogen dari Toyota. Kolaborasi dua pabrikan Jepang ini menyasar segmen transportasi umum yang menuntut jadwal operasi ketat, bukan sekadar kendaraan konsep untuk pameran.

Perubahan paling mencolok ada pada efisiensi sistem hidrogennya. Toyota memangkas kapasitas total tangki sekitar 20 persen, tetapi jarak tempuh justru bertambah sekitar 100 km menjadi lebih dari 300 km. Artinya, konsumsi hidrogen per kilometer menjadi lebih irit dibanding generasi pertama.

Tangki 471 Liter, Motor 220 kW, Torsi 970 Nm

Untuk model perkotaan, Sora memiliki dimensi panjang 10.545 mm, lebar 2.485 mm, dan tinggi 3.440 mm. Kapasitas angkut mencapai 70 orang, mencakup penumpang duduk, berdiri, dan awak kabin.

Dapur pacunya berupa motor listrik dengan tenaga maksimum 220 kW dan torsi 970 Nm. Torsi sebesar itu penting untuk bus kota yang harus sering berhenti dan start di tengah lalu lintas padat. Tangki hidrogennya berkapasitas 471 liter.

Pengisian hidrogen penuh diklaim hanya butuh sekitar 10 menit. Angka ini jauh lebih singkat dibanding pengisian baterai bus listrik konvensional, dan menjadi salah satu alasan hidrogen masih dilirik untuk armada bus dengan jam operasi panjang.

Emergency Driver Stop System dan Pemantau Titik Buta

Dari sisi keselamatan, Sora dibekali Emergency Driver Stop System (EDSS) yang terhubung dengan pemantau kondisi pengemudi. Jika sistem mendeteksi masalah pada pengemudi, bus dapat melambat dan berhenti otomatis, lalu mengaktifkan rem parkir.

Ada pula sistem pemantau titik buta di bagian depan yang mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda. Fitur ini dirancang menekan risiko kecelakaan, terutama di kawasan perkotaan dengan arus lalu lintas campuran.

Lantai Rata dan Empat Konfigurasi Kursi

Kabin Sora memakai lantai rata tanpa anak tangga, memudahkan penumpang lansia, penyandang disabilitas, dan pengguna kursi roda. Toyota menyediakan empat varian dengan konfigurasi tempat duduk berbeda untuk kebutuhan operasional perkotaan dan pinggiran kota.

Bus ini juga bisa difungsikan sebagai sumber listrik darurat saat bencana, dengan bantuan perangkat suplai daya eksternal. Fitur ini relevan untuk wilayah rawan gempa dan banjir yang sering membutuhkan pasokan listrik darurat.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terlalu Antusias

Toyota belum menyebut harga resmi maupun rencana distribusi di luar Jepang, termasuk Indonesia. Infrastruktur stasiun pengisian hidrogen di Indonesia praktis belum ada, sehingga kehadiran bus ini di pasar lokal masih jauh dari realistis dalam waktu dekat.

Empat varian yang ditawarkan juga menyiratkan biaya produksi yang tidak murah. Bus fuel cell umumnya masih kalah kompetitif dari bus listrik baterai dalam hal biaya operasional harian, terutama di negara yang listriknya lebih mudah diakses daripada hidrogen.

Kelebihan

  • Jarak tempuh lebih dari 300 km meski kapasitas tangki dipangkas 20 persen
  • Pengisian hidrogen penuh hanya sekitar 10 menit
  • Fitur keselamatan EDSS dan pemantau titik buta depan
  • Lantai rata tanpa anak tangga, ramah penumpang lansia dan disabilitas
  • Bisa jadi sumber listrik darurat saat bencana

Kekurangan

  • Harga dan ketersediaan pasar belum diumumkan
  • Infrastruktur hidrogen di Indonesia belum tersedia
  • Biaya operasional hidrogen masih lebih mahal dari bus listrik baterai
  • Dimensi besar menyulitkan manuver di jalan kota sempit

Verdict

Toyota Sora generasi kedua menunjukkan perbaikan nyata pada efisiensi hidrogen, dengan jarak tempuh lebih jauh dari tangki yang justru lebih kecil. Kombinasi pengisian 10 menit dan kapasitas 70 orang menjadikannya kandidat kuat untuk armada bus kota di negara yang sudah punya ekosistem hidrogen mapan, seperti Jepang dan sebagian Eropa.

Untuk pembaca di Indonesia, bus ini lebih tepat dipandang sebagai gambaran arah teknologi ketimbang pilihan yang bisa dibeli dalam waktu dekat. Selama stasiun hidrogen belum dibangun dan harga resminya belum diumumkan, bus listrik baterai masih jadi opsi paling masuk akal untuk transportasi umum lokal.

Reporter: Feri Andika
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top