BANDUNG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor melalui sesi pertemuan bisnis langsung. Sebanyak 120 calon investor dari Australia, Korea, Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Filipina menghadiri kegiatan itu.
Kehadiran investor dari enam negara belum menunjukkan berapa yang benar-benar akan mendanai proyek. Belum ada data terperinci soal nilai komitmen investasi, proyek yang diminati secara konkret, maupun kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Galangan Kapal Pabean Udik di Kabupaten Indramayu menempati posisi teratas dengan nilai investasi Rp 450 miliar. Proyek pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Jasinga di Kabupaten Bogor menyusul di posisi kedua senilai Rp 418 miliar.
Pengembangan Rumah Sakit Derwati di Kota Bandung menempati urutan ketiga dengan nilai Rp 367,8 miliar. Proyek KIA Center di RS Umar Wirahadikusumah, Kabupaten Sumedang, ditawarkan senilai Rp 165 miliar.
Sejumlah proyek lain masuk daftar penawaran:
Tiga proyek pengolahan sampah masuk dalam daftar penawaran, yakni TPST Jasinga, TPST Pasirbuluh, dan TPST Purbahayu. Sektor air minum diwakili proyek ultrafiltrasi Zona Minum Prima di Kota Banjar.
Total nilai 11 proyek berdasarkan rincian masing-masing mencapai sekitar Rp 2,0105 triliun. Angka yang diumumkan penyelenggara sebesar Rp 2,072 triliun.
Selisih sekitar Rp 61,5 miliar tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada DPMPTSP Jawa Barat. Perbedaan angka muncul dalam materi yang disampaikan penyelenggara kegiatan.
Nilai proyek yang dipaparkan merupakan estimasi kebutuhan investasi, bukan bukti dana yang sudah masuk atau pembangunan yang telah berjalan. Kepastian realisasi bergantung pada tindak lanjut dengan investor, termasuk kesepakatan pembiayaan dan kesiapan masing-masing proyek.
WJIR 2026 merupakan bagian dari rangkaian menuju West Java Investment Summit (WJIS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Forum ini menjadi salah satu cara Pemprov Jabar menawarkan proyek daerah kepada investor.
Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik menyatakan optimisme terhadap prospek investasi di provinsi tersebut.
"Kami optimistis terhadap prospek investasi di Jawa Barat. Kehadiran investor dari berbagai negara pada WJIR 2026 menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki daya tarik dan peluang yang semakin luas untuk dikembangkan," kata Dedi dalam keterangan tertulis.
Dedi menyebut proses setelah pertemuan bisnis akan dilanjutkan melalui komunikasi dan fasilitasi antara calon investor dengan pemilik proyek. Belum ada jadwal pasti kapan hasil konkret dari penjajakan ini akan diumumkan.