BOGOR — Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut hadir di tengah kerumunan warga, didampingi Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi beserta jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka di Plaza Balai Kota menjadi penanda bahwa laga final ini tidak sekadar tontonan sepak bola, melainkan momen kebersamaan warga lintas kalangan.
Hujan yang turun sejak sore sempat membuat sebagian warga bertahan di bawah tenda dan payung. Begitu pertandingan bergulir, lapangan Plaza Balai Kota dipenuhi sorak-sorai setiap kali Timnas membangun serangan.
Sejak menit awal, Indonesia memegang kendali permainan. Penguasaan bola yang dominan membuat peluang demi peluang tercipta, meski gawang Thailand sulit ditembus.
Ketegangan memuncak ketika Thailand mampu membalikkan keadaan dan unggul 2-1. Warga yang menonton di Plaza Balai Kota sempat terdiam, namun dukungan dan doa dari seluruh penjuru negeri disebut menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Timnas akhirnya mencetak gol penyeimbang yang memaksa laga berlanjut ke adu penalti. Dari titik putih, Garuda keluar sebagai pemenang.
Jenal Mutaqin mengaku laga berjalan jauh dari kata mudah. Ia menyoroti dominasi Indonesia yang tidak serta-merta berbuah gol.
"Luar biasa, tadi cukup menegangkan. Sejak awal ball possession memang dipegang oleh Indonesia, namun kesempatan membobol gawang Thailand memang cukup sulit," kata Jenal usai menyaksikan pertandingan.
Ia juga menyoroti momen saat Thailand sempat unggul 2-1. Menurutnya, dukungan dan doa warga di seluruh Indonesia menjadi faktor yang mengembalikan momentum Timnas hingga akhirnya memaksa adu penalti.
Plaza Balai Kota Bogor bukan kali pertama dipakai sebagai lokasi nonton bareng pertandingan Timnas. Pemilihan lokasi ini membuat warga dari berbagai kelurahan bisa menonton bersama tanpa harus membeli tiket atau berlangganan layanan streaming.
Antusiasme warga terlihat dari cara mereka bertahan di tengah hujan. Sebagian datang sejak sore untuk mendapat posisi di depan layar, sebagian lain menyusul begitu pertandingan dimulai.
Kemenangan atas Thailand melalui adu penalti menutup malam itu dengan sorak-sorai panjang di Plaza Balai Kota. Bagi warga yang hadir, hujan deras yang mengguyur Kota Bogor sejak sore tidak lagi jadi soal.