Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat menyalurkan 24 ekor bibit sapi unggulan kepada tiga kelompok peternak di Pangandaran, Sumedang, dan Ciamis. Penyerahan bantuan yang digelar sepanjang pekan ini bertujuan memperkuat populasi sekaligus menjaga sumber daya genetik ternak lokal kebanggaan warga Jawa Barat.
BANDUNG — Sebanyak 24 ekor bibit sapi jenis lokal Pasundan dan Peranakan Ongole (PO) kini tersebar di tiga kabupaten di Jawa Barat. Hewan ternak unggulan itu dibagikan kepada tiga kelompok peternak yang telah lolos seleksi, masing-masing memperoleh delapan ekor dengan komposisi tujuh betina dan satu jantan.
Kepala DKPP Jabar Linda Al Amin menuturkan, pembagian bibit ternak ini menyasar Kelompok Ternak Tirta Mulya di Kecamatan Padaherang, Pangandaran, serta Kelompok Mekar Mandiri di Desa Lebaksiuh, Sumedang. Adapun Kelompok Karya Mekar I menerima bantuan di UPTD BPPIBTSP Ciamis.
Linda menjelaskan, pemilihan rumpun bibit tidak seragam untuk semua daerah penerima. Dua kabupaten, yakni Pangandaran dan Sumedang, mendapatkan sapi PO yang dikenal adaptif terhadap kondisi padang penggembalaan setempat.
"Rumpun bibit disesuaikan dengan potensi wilayah, yakni sapi PO untuk Pangandaran dan Sumedang, serta sapi pasundan yang merupakan sapi lokal kebanggaan Jawa Barat, khusus untuk peternak di Ciamis," kata Linda di Bandung, Sabtu.
Proses penyerahan berlangsung bertahap sejak Rabu (12/8) hingga Jumat (14/8). Kelompok Tirta Mulya menjadi penerima pertama, disusul Mekar Mandiri di Sumedang pada Kamis (13/8), dan Karya Mekar I di Ciamis pada hari berikutnya.
Penetapan tiga kelompok penerima manfaat tidak dilakukan sembarangan. DKPP Jabar menerapkan seleksi administratif dan verifikasi lapangan yang ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Berdasarkan Berita Acara Hasil Verifikasi Kelompok Peternak tertanggal 27 Juli 2026, Kelompok Tirta Mulya dan Karya Mekar I memperoleh nilai kelayakan 72,5. Sementara itu, Mekar Mandiri meraih skor 62,0.
Verifikasi tersebut memastikan setiap kelompok telah memiliki sarana peternakan memadai, termasuk fasilitas kandang dan potensi sumber daya pakan. Hal ini dinilai krusial untuk menjamin keberlangsungan hidup sekaligus perkembangbiakan bibit sapi yang diserahkan.
Penyaluran bibit ternak ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pengembangan Benih dan/atau Bibit Ternak dan Hijauan Pakan Ternak di Masyarakat.
"Pembibitan yang tangguh akan berdampak pada terwujudnya usaha budidaya berdaya saing di masyarakat yang bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani peternak," ujarnya.
Penyerahan bantuan ini dikawal langsung oleh Linda Al Amin bersama Kepala UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong Ciamis Vidi Wulandari. Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan daerah masing-masing kabupaten.