SUMEDANG — Kebutuhan air bersih menjadi masalah krusial yang dihadapi ribuan warga di lima kecamatan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang mengerahkan sembilan tangki air untuk melakukan enam kali operasi pendistribusian ke titik-titik yang paling membutuhkan.
Ketua PMI Kabupaten Sumedang, Agus Rasjidi, menyatakan bahwa pendistribusian ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang menghadapi kebutuhan mendesak. "Selain pelayanan donor darah, PMI juga turun membantu masyarakat yang terdampak kondisi darurat, termasuk warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," ujarnya di Sumedang, Kamis.
Operasi air bersih ini menjangkau wilayah-wilayah yang tersebar di Kecamatan Cimalaka, Darmaraja, Cisarua, Rancakalong, dan Cimanggung. Total warga yang menerima manfaat dari bantuan ini mencapai 4.403 jiwa dari 1.692 kepala keluarga.
Di Kecamatan Cimalaka, bantuan disalurkan ke Dusun Cikaramas, Desa Serang, sebanyak 5.000 liter untuk 98 kepala keluarga atau 200 jiwa. Desa Cibeureum Wetan di kecamatan yang sama menerima pasokan lebih besar, yakni 6.000 liter untuk 759 kepala keluarga atau 2.154 jiwa.
Kecamatan Darmaraja menjadi penerima bantuan terbesar. Melalui Dusun Ciduging, Desa Tarunajaya, PMI mendistribusikan 11.000 liter air bersih untuk 223 kepala keluarga atau 679 jiwa. Titik ini bahkan mendapat tambahan satu tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkapasitas 10.000 liter.
Distribusi tidak hanya menyasar kawasan pedesaan, tetapi juga permukiman padat penduduk. Di Kecamatan Cisarua, Perumahan Bukit Puri Asri menerima 5.000 liter air bersih untuk 300 kepala keluarga atau 600 jiwa. Sementara itu, Desa Cibungur di Kecamatan Rancakalong mendapatkan pasokan 5.000 liter untuk 143 kepala keluarga atau 410 jiwa.
Adapun di Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung, bantuan sebanyak 5.000 liter diberikan kepada 169 kepala keluarga atau 360 jiwa. Agus menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelayanan PMI dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya ketika berhadapan dengan kondisi darurat.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyambut baik berbagai aksi kemanusiaan tersebut. Ia menilai langkah ini sejalan dengan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan yang menjadi wadah untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong masyarakat.
"Gerakan Solidaritas Kemanusiaan adalah salah satu agenda tahunan yang fokus pada penguatan solidaritas dan gotong royong masyarakat untuk mendukung berbagai misi kemanusiaan," kata Dony. Ia menambahkan, partisipasi dalam gerakan tersebut berlandaskan kesukarelaan tanpa adanya unsur paksaan.