BEKASI — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Karangrahayu, Kabupaten Bekasi, mendapat pendampingan digitalisasi dari mahasiswa Universitas Pelita Bangsa. Program yang digagas Prodi Bisnis Digital & UMKM ini fokus mengenalkan metode pembayaran QRIS dan optimalisasi Google Business Profile untuk memperluas jangkauan pasar.
Pendampingan dilakukan secara langsung di lapangan. Para pelaku usaha tidak hanya diberi teori, tetapi juga didampingi membuat akun dan mempraktikkan langsung penggunaan layanan digital tersebut dalam kegiatan jualan sehari-hari.
Penggunaan QRIS dinilai menjadi langkah awal yang sederhana namun berdampak besar bagi pedagang kecil. Dengan sistem ini, konsumen cukup memindai kode dari ponsel mereka untuk menyelesaikan pembayaran.
Keuntungannya, para pedagang tidak perlu repot menyediakan uang kembalian dalam jumlah besar. Risiko menerima uang palsu juga bisa ditekan, sementara pencatatan omzet otomatis tercatat di sistem.
Selain sistem pembayaran, mahasiswa juga membantu pelaku UMKM membuat dan mengelola Google Business Profile. Melalui layanan gratis ini, usaha mereka akan muncul di pencarian Google dan Google Maps.
Informasi seperti nama usaha, alamat, jam operasional, hingga nomor kontak bisa diisi lengkap. Calon pembeli yang mencari produk tertentu di internet akan lebih mudah menemukan lokasi warung atau toko tanpa harus bertanya ke sana kemari.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Karangrahayu, Nining Yurista Prawitasari, S.H., M.H., menegaskan bahwa adaptasi teknologi tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Menurutnya, memulai dengan layanan yang mudah digunakan justru lebih efektif agar pelaku UMKM tidak merasa terbebani.
“Kami berharap melalui pendampingan ini pelaku UMKM dapat lebih memahami manfaat teknologi digital dan mulai menerapkannya dalam kegiatan usaha. Penggunaan QRIS dan Google Business Profile merupakan langkah sederhana yang bisa membantu usaha mereka lebih mudah dikenal dan memberikan kemudahan bagi konsumen,” ujarnya.
Program ini juga menekankan pentingnya identitas usaha yang jelas di dunia digital. Keberadaan toko di Google diharapkan membuat masyarakat sekitar maupun pendatang lebih percaya dan mudah menjangkau lokasi UMKM.
Kegiatan KKN ini tidak berhenti sampai masa pengabdian selesai. Perangkat desa berharap para pedagang yang sudah dibekali keterampilan ini terus menggunakannya secara mandiri, sehingga usaha di Desa Karangrahayu mampu bersaing di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang semakin pesat.