Vihara Gunung Kalong Ungaran Gelar Doa 12 Jam untuk Perdamaian Indonesia, 150 Rupang Diberkati

Penulis: Ivan Setiawan  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 14:33:38 WIB
Umat Buddha mengikuti prosesi doa 12 jam di Vihara Avalokittesvara Gunung Kalong, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

JAWA BARAT — Ribuan doa dipanjatkan tanpa henti di lereng Gunung Ungaran. Selama 12 jam, sejak pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB keesokan harinya, Vihara Avalokittesvara Yayasan Sri Kukus Redjo di Gunung Kalong berubah menjadi pusat konsentrasi spiritual, memohon keselamatan bagi Indonesia dan dunia.

Doa Semalam Suntuk untuk Negeri

Ini bukan sekadar ritual tahunan biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah vihara yang terletak di Kabupaten Semarang ini, digelar prosesi "Doa Untuk Perdamaian Dunia" dengan pembacaan Sadarma Pundarika Sutera (Phu Men Phin) dan Sangkung secara maraton.

Ketua Yayasan TITD Sri Kukus Redjo, Tjoa Lie Lie, menjelaskan tradisi ini menjadi momentum memperkuat nilai kasih sayang dan kebajikan. "Untuk doa bersama kedamaian bangsa dan negara kita. Kita akan bersembahyang selama 12 jam," ujarnya kepada awak media.

Prosesi khidmat ini dipimpin oleh YM. Bhiksu Dharmarakhita MTH dari Vihara Amurwa Bhumi Graha, Lampung. Sementara di hari kedua, pimpinan doa dipegang oleh Romo Pujianto, melibatkan seluruh umat yang hadir dari berbagai daerah.

150 Rupang Diberkati dalam Prosesi Perdana

Kehadiran 105 peserta dari berbagai kota di Pulau Jawa hingga luar pulau menambah kekhidmatan acara. Mereka datang membawa sekitar 150 rupang—arca Bodhisattva—yang kemudian menjalani prosesi pemberkatan atau blessing oleh para pandita.

"Jumlah rupangnya sekitar 150. Nanti akan diblesing juga dengan para pandita kita. Intinya untuk doa keselamatan dan kedamaian untuk negara kita," imbuh Lily, sapaan akrab Tjoa Lie Lie.

Seluruh rupang yang telah diberkati menjadi simbol nyata harapan akan keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian yang diharapkan menyebar ke seluruh penjuru negeri.

Lebih dari Sekadar Ritual, Ini Ruang Silaturahmi Lintas Daerah

Perayaan Lak Gwee Cap Kauw 2577 yang berlangsung tiga hari ini, sejak 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, bukan hanya soal ibadah. Vihara Gunung Kalong menjelma menjadi ruang pertemuan bagi umat Buddha dari latar belakang geografis berbeda.

Kehadiran peserta dari luar Pulau Jawa menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan antarumat. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi siapapun untuk bersama-sama berharap pada kehidupan yang damai.

Bagi Anda yang tengah merencanakan perjalanan spiritual ke kawasan Ungaran, Vihara Gunung Kalong menawarkan pengalaman religius yang tenang dengan suasana pegunungan yang sejuk. Informasi terkini mengenai jadwal kegiatan keagamaan dapat dikonfirmasi langsung melalui pengurus vihara atau dinas pariwisata Kabupaten Semarang.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: semarang.viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top