SDN Pengasinan 01 Depok Jadikan BTQ Massal Program Unggulan, Satu Ruang Kelas Dialihfungsikan Jadi Musala

Penulis: Eri Subagio  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 18:06:31 WIB
Siswa SDN Pengasinan 01 Depok mengikuti kegiatan BTQ massal di musala sekolah yang merupakan alih fungsi ruang kelas.

DEPOK — Sekolah tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter religius peserta didik. Hal itulah yang mendorong UPTD SDN Pengasinan 01 di Sawangan, Depok, menjadikan Gerakan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) sebagai program unggulan pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala UPTD SDN Pengasinan 01, Junaedi Abdilah, mengatakan program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia. "Anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlakul karimah, berprestasi, serta memiliki kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an ketika lulus dari sekolah ini," kata Junaedi, Rabu (29/7/2026).

BTQ Massal Setiap Jumat dan Setoran Hafalan Surat Pendek

Kegiatan BTQ massal digelar setiap hari Jumat setelah pelaksanaan Salat Duha. Seluruh siswa mengikuti kegiatan ini secara bergiliran sesuai jadwal kelas masing-masing.

Selain membaca dan menulis, siswa juga dibiasakan menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an. Metode setoran hafalan kepada guru dilakukan secara bertahap. "Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memperkuat numerasi peserta didik," sambung Junaedi.

Ruang Kelas Disulap Jadi Musala untuk Salat Duha

Komitmen sekolah terhadap program BTQ terlihat dari langkah mengalihfungsikan salah satu ruang kelas menjadi musala. Fasilitas ini digunakan untuk pelaksanaan Salat Duha dan pembelajaran BTQ secara bergiliran.

"Kami memang masih memiliki keterbatasan ruang belajar, namun hal itu tidak menjadi penghalang. Salah satu ruang kelas kami manfaatkan sebagai musala agar siswa dapat lebih fokus mengikuti kegiatan BTQ maupun Salat Duha," jelas Junaedi.

Literasi 15 Menit Sebelum Belajar Jadi Rutinitas

Program unggulan ini tidak hanya berfokus pada BTQ. Pihak sekolah juga membiasakan siswa membaca buku selama 15 menit sebelum kegiatan belajar dimulai. Langkah ini diambil untuk memperkuat budaya literasi di kalangan peserta didik.

Junaedi berharap seluruh program dapat berjalan berkelanjutan dengan dukungan guru, orang tua, dan warga sekolah. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci mencetak generasi yang cerdas dan religius. "Semoga peserta didik SDN Pengasinan 01 tumbuh menjadi generasi yang cerdas, gemar membaca, memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang baik, serta menjadi anak-anak yang saleh, salehah, dan berakhlakul karimah," harapnya.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: swarapendidikan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top