Kolaborasi Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Geopark Ciletuh, Warga Sukabumi Perkuat Benteng Abrasi Pesisir

Penulis: Haris Maulana  •  Senin, 27 Juli 2026 | 03:43:01 WIB
Warga dan relawan menanam bibit mangrove jenis Rhizophora di sepanjang aliran Sungai Ciletuh, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas.

SUKABUMI — Sebanyak 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam di sepanjang aliran Sungai Ciletuh, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas. Kawasan ini berada dalam wilayah konservasi BKSDA yang menjadi destinasi penelitian dan edukasi di Geopark Ciletuh.

Hutan Mangrove Capai 8,7 Hektare

Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Mandrajaya Nusantara, Opick Ariosantos, mengatakan penanaman kali ini menambah panjang area konservasi di sepanjang sungai menjadi sekitar lima kilometer. Sementara itu, total luas hutan mangrove di Pantai Cikadal kini mencapai 8,7 hektare.

"Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang terus berkomitmen menjaga kelestarian kawasan pesisir di Desa Mandrajaya," ujar Opick.

Apresiasi untuk Kontribusi Korporasi pada Lingkungan

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyambut baik keterlibatan PT PNM dalam kegiatan ini. Menurutnya, perusahaan tidak hanya fokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui program Mekaar, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Pada prinsipnya Dinas Pariwisata menyambut baik setiap kegiatan yang membawa kebaikan, termasuk yang dilakukan oleh PNM. Mereka tidak hanya menjalankan tugas membangun ekonomi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan yang telah dianugerahkan Tuhan untuk dijaga," kata Ali, Senin (27/7/2026).

Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Mendatang

Ali menegaskan bahwa pelestarian mangrove bukan sekadar program seremonial. Ia menyebut upaya ini sebagai investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh anak cucu.

"Pelestarian ini bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga demi keberlangsungan hidup dan kualitas lingkungan bagi generasi mendatang. Terlebih Kampung Cikadal berada dalam kawasan BKSDA yang menjadi destinasi khusus untuk penelitian, edukasi, dan konservasi," tegasnya.

Fungsi Ekologis dan Dukungan Wisata Konservasi

Penanaman seribu bibit mangrove ini diharapkan memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir Sungai Ciletuh dan Pantai Cikadal. Selain menjadi benteng alami dari abrasi, hutan mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai biota pesisir.

Keberadaan hutan mangrove yang terus dipulihkan juga mendukung pengembangan wisata berbasis konservasi di Kabupaten Sukabumi. Pokmas Mandrajaya Nusantara berharap kolaborasi serupa terus berlanjut demi menjaga keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: sukabumiupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top