700-800 Anak Meriahkan Puncak Hari Anak Nasional 2026 di Alun-Alun Bogor, Wali Kota Soroti Bullying Akibat Kekerasan di Rumah

Penulis: Haris Maulana  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:32:01 WIB

BOGOR — Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan bahwa anak yang suka menindas temannya di sekolah kerap menerima tekanan keras atau kekerasan dari orang tua di rumah. “Berdasarkan pengalaman saya turun ke sekolah-sekolah, anak-anak yang suka nge-bully temannya ternyata sering menerima tekanan keras atau kekerasan fisik dari orang tuanya di rumah. Mendidik anak yang paling utama adalah adab, baik di rumah maupun di sekolah,” ujarnya di hadapan ratusan peserta dan orang tua yang memadati Alun-Alun Kota Bogor.

Pesan Wali Kota: Adab Menopang Bangsa Besar

Dalam sambutannya, Dedie mengingatkan bahwa memiliki anak bukan sekadar konsekuensi pernikahan, melainkan tanggung jawab lahir dan batin hingga anak mandiri. “Saya titip kepada seluruh orang tua, sayangi anak-anak sepenuh hati dari lubuk hati yang paling dalam, lindungi, sejahterakan, dan sekolahkan mereka dengan benar,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para guru agar tidak hanya fokus pada capaian akademis, tetapi mengisi ruang jiwa anak dengan pendekatan humanis dan seni. “Tolong di sekolah betul-betul isi kekosongan yang belum diajarkan di rumah. Guru harus berperan mencarikan solusi atas permasalahan anak dan membekali mereka dengan hal-hal yang lembut seperti kesenian,” tambah Wali Kota.

Panggung Inklusif untuk Anak yang Belum Pernah Tampil

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Rakhmawati, menjelaskan bahwa puncak HAN 2026 sengaja dirancang sebagai wadah inklusif bagi anak-anak yang selama ini belum mendapat kesempatan tampil di panggung publik. “Kami menampilkan beberapa pertunjukan dari anak-anak yang selama ini belum pernah tampil di tingkat kota. Kita memang memilih mereka yang belum pernah tampil di panggung depan agar memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dan berkarya,” ujar Rakhmawati.

Acara yang digelar di kawasan Alun-alun dan depan Balai Kota Bogor ini diisi dengan atraksi seni, fashion show anak, panggung kreativitas, serta pembagian doorprize dan hadiah menarik bagi peserta.

Rangkaian Kegiatan Sebelum Puncak Acara

Rakhmawati memaparkan bahwa puncak acara merupakan penutup dari serangkaian kegiatan HAN yang sudah berlangsung sebelumnya. Beberapa di antaranya:

  • Penjaringan Suara Anak Kota Bogor
  • Nonton bersama anak yatim dan difabel di Mall BTM
  • Kegiatan “Bermain Bersama Anak Panti”
  • Festival Edukasi Anak di Lippo Mall

Total anak yang terlibat langsung, baik sebagai penampil maupun panitia, mencapai 700 hingga 800 orang. Melalui panggung kreasi ini, DP3A Kota Bogor berharap aspirasi dan ekspresi anak dapat terdengar langsung oleh para pemangku kebijakan, sehingga tercipta Kota Bogor yang semakin ramah dan membahagiakan bagi tumbuh kembang anak.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: bogorone.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top