CIREBON — Edukasi itu dinilai krusial untuk membekali remaja menghadapi masa pertumbuhan dan perkembangan. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP3APPKB Kota Cirebon, Aan Siti Hasanah, menekankan pentingnya pemahaman sejak dini agar remaja bisa mengambil keputusan bijak dan menjauhi berbagai risiko kesehatan.
Dalam sosialisasi yang digelar baru-baru ini, peserta mendapatkan materi mencakup kesehatan reproduksi, pergaulan remaja, hingga pencegahan kekerasan terhadap anak. Sesi dikemas dalam diskusi interaktif yang dinilai mampu meningkatkan kesadaran peserta.
“Edukasi kesehatan reproduksi penting sebagai bekal bagi remaja agar dapat mengambil keputusan yang bijak, menjaga kesehatan diri, serta menghindari berbagai perilaku berisiko,” kata Aan dalam keterangannya, Kamis.
Pihaknya mencatat antusiasme peserta cukup tinggi. Hal ini, menurut Aan, menunjukkan kebutuhan akan informasi yang akurat dan relevan di kalangan remaja dan masyarakat sekitar.
Ketua Tim Kerja Perlindungan Khusus Anak DP3APPKB Kota Cirebon, Luthfi Fauziah, menambahkan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
“Kami mengajak masyarakat membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak serta remaja,” ujar Luthfi.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk melaporkan setiap bentuk kekerasan atau perlakuan yang mengancam hak-hak anak. Keluarga dan pengurus lingkungan dinilai memiliki peran strategis dalam pencegahan sejak dini.
DP3APPKB Kota Cirebon optimistis kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat terus diperkuat. Harapannya, pemahaman remaja terhadap kesehatan reproduksi meningkat, sehingga mampu menjaga diri dan memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak.
“Kami berharap pemahaman masyarakat, khususnya remaja, semakin meningkat sehingga mampu menjaga kesehatan reproduksi sekaligus memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak,” kata Aan.
Melalui program Kampung SETARA, pemerintah menargetkan terbentuknya generasi muda yang sehat, berkarakter, dan terlindungi dari berbagai ancaman, termasuk kekerasan dan perilaku berisiko.