JAWA BARAT — Mercedes-Benz selama ini identik dengan sedan mewah dan SUV, bukan minivan. Tapi semua berubah dengan kehadiran VLE-Class EV 2028. Model ini lebih kecil dari Sprinter yang berorientasi komersial, dan dirancang khusus untuk angkutan penumpang—bukan barang. VLE-Class tersedia dalam konfigurasi enam, tujuh, hingga delapan kursi, dan mengusung platform van.ea anyar Mercedes yang khusus untuk kendaraan listrik.
Mercedes menawarkan VLE300 dengan satu motor penggerak roda depan bertenaga 272 hp, dan VLE400 dengan dua motor penggerak semua roda yang menghasilkan 413 hp. Keduanya dibekali baterai 115 kWh yang diperkirakan mampu menempuh 340 mil untuk varian VLE300 dan 320 mil untuk VLE400.
Sistem pengisian daya 800-volt memungkinkan pengisian cepat hingga 300 kW dari DC fast-charger, atau 11 kW dari AC charger. VLE-Class juga mendukung bidirectional charging, artinya baterai bisa dipakai untuk menyuplai listrik ke perangkat lain.
Dalam pengujian awal di Eropa, VLE-Class dinilai punya akselerasi yang sangat mulus dan handling yang mengejutkan untuk ukuran MPV. Namun dari segi kecepatan, VLE diperkirakan lebih lambat dari pesaing terdekatnya, Volkswagen ID.Buzz. Menurut estimasi Car and Driver, VLE300 butuh 9,4 detik untuk mencapai 60 mph, sementara VLE400 sekitar 6,4 detik. Sebagai perbandingan, ID.Buzz mampu 5,5 hingga 6,7 detik dalam tes yang sama.
Bagian paling menonjol dari VLE-Class adalah kabinnya. Di depan, tersedia Superscreen yang membentang dari kiri ke kanan, terdiri dari layar 10,3 inci untuk pengemudi, layar sentuh 14,0 inci di tengah, dan layar 14,0 inci untuk penumpang depan. Tapi yang paling spektakuler ada di belakang: layar 31,3 inci yang turun dari atap, dipadukan dengan sistem audio Dolby Atmos—pengalaman sinema di dalam mobil.
Konfigurasi kursi belakang sangat fleksibel. Untuk baris kedua, pembeli bisa memilih bangku tiga penumpang, dua kursi individual yang bisa menghadap depan atau belakang, atau dua Grand Comfort Chair. Kursi paling mewah ini dilengkapi meja lipat dari sandaran tangan, pengisi daya nirkabel, sandaran kaki elektrik, dan fungsi pijat. Baris ketiga tersedia dalam bangku tiga penumpang biasa, bangku split elektrik, atau dua kursi individual yang bisa dilepas untuk menambah ruang bagasi.
Meski menawarkan kemewahan setara jet pribadi, VLE-Class tetap punya kelemahan. Bobotnya disebut setara SUV ukuran penuh, dan harga jualnya juga selevel SUV mewah. Di varian premium, fitur kursi elektrik justru membatasi ruang gerak dan rebah kursi pengemudi—sebuah ironi di mobil yang mengedepankan kenyamanan.
Mercedes juga menyiapkan suspensi udara opsional dan kemudi empat roda untuk meningkatkan manuverabilitas di perkotaan. Bagi yang masih ragu dengan mobil listrik murni, pabrikan berencana menambahkan varian hybrid setelah peluncuran perdana.
Hingga saat ini, Mercedes-Benz Indonesia belum memberikan pernyataan resmi mengenai kehadiran VLE-Class EV di pasar lokal. Namun, melihat tren MPV premium dan elektrifikasi yang terus berkembang, bukan tidak mungkin model ini akan dipertimbangkan untuk dijual di Tanah Air dalam beberapa tahun ke depan. Untuk pasar global, VLE-Class 2028 mulai dijual di AS dalam waktu dekat, dengan harga resmi akan diumumkan mendekati waktu peluncuran.