Saksi-Saksi Yehuwa Rilis Alkitab Bahasa Sunda di Bandung, Proses Terjemahan Enam Tahun di Tengah Pandemi

Penulis: Haris Maulana  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:43:31 WIB
Peluncuran Alkitab Bahasa Sunda karya Saksi-Saksi Yehuwa di Bandung pada 24 Mei 2026.

BANDUNG — Sebanyak 327 bahasa di dunia kini memiliki akses terhadap Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru, baik edisi lengkap maupun sebagian. Di Indonesia, bahasa Sunda menjadi bahasa daerah kelima yang mendapatkan terjemahan ini, setelah Batak Toba, Batak Karo, Nias, dan Jawa.

Peluncuran di Bandung pada 24 Mei 2026 dihadiri puluhan jemaat dan tokoh setempat. Salah satu hadirin, Irwan asal Bandung, mengaku tersentuh saat mendengar Alkitab dibacakan dalam bahasa Sunda.

"Saat mendengar Alkitab dibacakan dalam bahasa Sunda, saya merasa seperti Allah sedang berbicara langsung kepada saya, apalagi karena sekarang rekaman audionya juga tersedia," ujar Irwan.

Proses Penerjemahan yang Penuh Tantangan

Juru Bicara Nasional Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia, Ario Sulistiono, menjelaskan bahwa proses penerjemahan berlangsung sekitar enam tahun dan sebagian besar dikerjakan selama pandemi Covid-19. Menurutnya, tantangan terbesar adalah menyesuaikan kosakata agar mudah dipahami generasi sekarang.

"Kami memperhatikan bahwa kebanyakan pembaca sekarang tidak mengenal kosakata yang lebih tua yang biasa digunakan dalam terjemahan Alkitab bahasa daerah," kata Ario.

Ia menambahkan, semua hasil kerja ini didorong oleh kasih kepada Pencipta dan sesama. "Alkitab itu seperti surat dari seorang ayah untuk anak-anaknya. Kami ingin menyediakan terjemahan Alkitab yang akurat, mudah dimengerti, dan menyentuh hati," ujarnya.

Akses Gratis via Aplikasi dan Situs Resmi

Seluruh bacaan dan Alkitab dalam bahasa Sunda ini bisa diunduh secara gratis dari situs web resmi Saksi-Saksi Yehuwa, jw.org, dan melalui aplikasi JW Library. Versi elektronik menyertakan rekaman audio sehingga pengguna bisa mendengarkan pembacaan Alkitab dalam bahasa ibu mereka.

Seorang penerjemah yang terlibat dalam proyek ini mengungkapkan harapannya. "Melalui terjemahan ini, kami harap lebih banyak orang akan mengenal Pencipta kita yang pengasih," katanya.

Meskipun Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Indonesia sudah tersedia sejak 1999, Saksi-Saksi Yehuwa meyakini membaca Alkitab dalam bahasa ibu akan lebih menyentuh hati. Bahasa Sunda dipilih karena jumlah penuturnya yang besar di Jawa Barat dan sekitarnya.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top