Pencarian

BPS Jabar Catat NTP September 2026 Naik ke 120,54, Harga Gabah dan Cabai Dongkrak Pendapatan Petani

Jumat, 02 Oktober 2026 • 11:28:02 WIB
BPS Jabar Catat NTP September 2026 Naik ke 120,54, Harga Gabah dan Cabai Dongkrak Pendapatan Petani
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati memaparkan kenaikan NTP Jawa Barat ke 120,54 pada September 2026.

Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat naik ke level 120,54 pada September 2026, dipicu kenaikan harga gabah, cabai rawit, cabai merah, dan buncis di tingkat produsen. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat kenaikan 0,99 persen dibandingkan Agustus 2026 yang berada di posisi 119,36. Penguatan ini menandakan daya beli dan margin keuntungan usaha tani di provinsi tersebut ikut membaik.

BANDUNG — Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat ke level 120,54 pada September 2026 tidak lepas dari pertumbuhan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,06 persen. Angka itu jauh melampaui Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik tipis 0,08 persen. Selisih keduanya menjadi penanda bahwa pendapatan petani tumbuh lebih cepat ketimbang beban biaya yang harus mereka tanggung.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menyebut kenaikan NTP didorong oleh indeks harga yang diterima petani. "Kenaikan NTP didorong oleh indeks harga yang diterima petani (It) yang tumbuh 1,06 persen, terutama peningkatannya dipicu oleh kenaikan harga gabah, cabai rawit, cabai merah, dan buncis di tingkat produsen," ujarnya.

Dibandingkan posisi Agustus 2026 di angka 119,36, NTP September naik 0,99 persen. Kenaikan ini memperkuat posisi tawar petani di pasar, terutama untuk komoditas hortikultura yang harganya bergerak dinamis.

Gabah dan Cabai Jadi Penyumbang Terbesar Kenaikan Harga di Tingkat Produsen

Empat komoditas yang disebut BPS — gabah, cabai rawit, cabai merah, dan buncis — menjadi pemicu utama pertumbuhan Indeks Harga yang Diterima Petani. Kenaikan harga di tingkat produsen inilah yang langsung mengerek pendapatan petani sebelum sampai ke konsumen.

Bagi petani di sentra hortikultura seperti Garut, Bandung Barat, dan Cianjur, pergerakan harga cabai dan buncis di tingkat produsen menjadi penentu utama pendapatan harian. Ketika harga di tingkat petani naik, margin keuntungan ikut melebar.

BPS mencatat pertumbuhan It sebesar 1,06 persen ini terjadi di tengah kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya 0,08 persen. Artinya, harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga tani relatif stabil, sehingga kenaikan pendapatan tidak tergerus inflasi pedesaan.

Nilai Tukar Usaha Petani Jabar Menguat 0,86 Persen ke 125,12

Selain NTP, indikator Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Jawa Barat juga menguat 0,86 persen menjadi 125,12. NTUP mengukur perbandingan antara pendapatan usaha tani dan biaya produksi yang dikeluarkan petani, termasuk penambahan barang modal.

Angka ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan hasil panen petani relatif lebih tinggi dibandingkan peningkatan Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang hanya bergerak naik 0,20 persen.

Dengan selisih itu, ruang fiskal rumah tangga petani di Jawa Barat dinilai lebih longgar. Petani punya keleluasaan lebih besar untuk menutup biaya produksi sekaligus menyisihkan margin keuntungan.

Daya Beli Petani Jabar dan Prospek Musim Tanam Berikutnya

NTP di atas 100 menandakan petani memiliki daya beli yang lebih baik dibandingkan periode basis. Posisi 120,54 pada September 2026 menempatkan petani Jawa Barat pada level kesejahteraan yang secara statistik lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis.

BPS menilai daya beli dan margin keuntungan usaha tani di wilayah ini turut tecermin dari penguatan NTUP. Kenaikan tipis pada sisi biaya produksi memberi ruang bagi petani untuk merencanakan musim tanam berikutnya tanpa tekanan biaya yang berat.

Meski begitu, keberlanjutan tren ini akan bergantung pada pergerakan harga komoditas hortikultura dan pangan di tingkat produsen pada bulan-bulan berikutnya. Fluktuasi harga cabai dan gabah menjadi variabel yang paling menentukan arah NTP Jawa Barat hingga akhir 2026.

Follow bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks