JAWA BARAT — Formasi Durupinar, struktur berbentuk kapal sepanjang 157 meter di Provinsi A?r?, Turki timur, kembali menjadi fokus penelitian internasional karena dikaitkan dengan Bahtera Nabi Nuh. Lokasi ini berada sekitar 30 kilometer di selatan Gunung Ararat dan bisa dijangkau wisatawan dengan kendaraan hingga dek observasi tanpa perlu mendaki puncak. Penelitian terbaru oleh Noah's Ark Scans menghidupkan kembali perdebatan lama soal asal-usul formasi tersebut.
Noah's Ark Scans, organisasi riset dan eksplorasi yang berbasis di California, Amerika Serikat, memulai pengambilan sampel inti dari kedalaman sekitar 18 meter di Formasi Durupinar. Tim yang terdiri dari arkeolog, geolog, dan pakar ilmu tanah itu mendapat izin resmi dari pemerintah Turki untuk melakukan survei lapangan.
Selain pengeboran inti, tim memanfaatkan teknologi Ground-Penetrating Radar (GPR) untuk memetakan struktur di bawah permukaan. Data radar awal disebut menunjukkan hasil yang belum sepenuhnya mendukung anggapan bahwa situs ini hanyalah batuan alam biasa.
Mengapa Formasi Durupinar Menarik Perhatian
Formasi Durupinar membentang sepanjang sekitar 157 meter dengan bentuk yang menyerupai lambung kapal raksasa. Struktur ini terletak di tengah bentang perbukitan Turki timur, tepatnya di Provinsi A?r?, sekitar 30 kilometer di selatan Gunung Ararat.
Gunung Ararat sendiri memiliki ketinggian 5.137 meter dan menjadi puncak tertinggi di Turki. Selama berabad-abad, kawasan ini dikaitkan dengan kisah Bahtera Nabi Nuh dalam tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam.
Kedekatan lokasi dengan Gunung Ararat membuat Formasi Durupinar lama menjadi tujuan wisata bagi pencinta sejarah, wisata religi, hingga pemburu misteri.
Perdebatan Ilmiah yang Belum Selesai
Pada 1996, pakar geologi Lorence Collins dan penjelajah David Fasold menyimpulkan bahwa Formasi Durupinar merupakan formasi batuan alami sepenuhnya. Keduanya juga menilai teori yang mengaitkan situs itu dengan Bahtera Nabi Nuh sebagai hal yang tidak benar.
Noah's Ark Scans menilai masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Dalam pernyataan pada Rabu (23/9/2026) yang dikutip dari Newsweek, Senin (28/9), tim peneliti mempertanyakan apakah formasi itu benar-benar satu massa batu alam yang homogen.
"Misinya jelas, yaitu menguji kebenaran penjelasan mengenai 'batuan padat' tersebut. Apakah formasi itu merupakan satu massa batu alam yang homogen? Apakah terdapat struktur internal di dalamnya? Di manakah letak batuan dasar yang sebenarnya di bawah formasi tersebut dan bagaimana kelanjutan batuan dasar itu di lembah sekitarnya," demikian pernyataan Noah's Ark Scans.
Andrew Jones, pendiri Noah's Ark Scans, mengatakan survei radar yang dilakukan bersama Bakhtar Research and Engineering LLC tidak menemukan tanda-tanda adanya massa batuan homogen yang sederhana di lokasi tersebut.
Cara Menuju Formasi Durupinar
Berbeda dengan pendakian ke puncak Gunung Ararat yang membutuhkan persiapan khusus dan izin tersendiri, wisatawan dapat mengunjungi Formasi Durupinar dengan relatif mudah. Pengunjung bisa berkendara hingga area taman nasional, lalu melanjutkan perjalanan singkat menuju dek observasi.
Dari dek observasi, bentuk struktur yang menyerupai lambung kapal raksasa terlihat jelas di tengah bentang alam perbukitan. Titik ini menjadi lokasi favorit untuk berfoto dan mengamati formasi dari jarak dekat.
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung
Turki timur memiliki musim dingin yang keras dengan suhu bisa turun jauh di bawah titik beku. Musim panas antara Juni hingga September menjadi periode paling nyaman untuk berkunjung, saat akses jalan menuju taman nasional lebih terbuka.
Wisatawan yang datang pada periode penelitian berlangsung berpeluang menyaksikan langsung aktivitas tim peneliti di lapangan. Namun, area penggalian biasanya dibatasi untuk alasan keamanan dan izin penelitian.
Tips Sebelum Berangkat
- Konfirmasi status akses ke dek observasi melalui dinas pariwisata setempat, terutama saat proyek penelitian sedang berjalan.
- Bawa perlengkapan tahan angin dan lapisan pakaian hangat, karena cuaca di dataran tinggi Turki timur cepat berubah.
- Siapkan waktu perjalanan dari kota terdekat di Provinsi A?r?, karena transportasi umum menuju kawasan taman nasional terbatas.
- Gunakan pemandu lokal jika ingin memahami konteks sejarah dan geologi situs secara lebih mendalam.
Hasil analisis sampel inti Formasi Durupinar belum diumumkan. Penelitian ini masih berada pada tahap awal, sehingga jawaban atas misteri struktur berbentuk kapal di dekat Gunung Ararat itu masih menunggu data lanjutan dari tim Noah's Ark Scans.