JAKARTA — Kemenangan 2-0 atas Singapura menjadi modal awal Timnas Indonesia di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Namun di balik hasil tersebut, pelatih John Herdman mengakui skuadnya belum mencapai performa terbaik. Ia bahkan meminta maaf karena menilai penampilan Garuda masih jauh dari harapan.
Herdman menyampaikan hal itu dalam konferensi pers usai laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Menurutnya, para pemain akan tampil lebih tajam seiring bertambahnya pengalaman bertanding bersama.
Chemistry Pemain Baru Jadi Sorotan Utama
Sejumlah pemain baru seperti Luke Vickery dan Mitchell Baker masih dalam proses adaptasi dengan rekan setim. Herdman mencontohkan Dean James yang tampil bagus melawan Singapura sebagai salah satu pemain yang sudah mulai nyaman dengan pola permainan tim.
"Ole Romeny bermain dengan Mitchell Baker untuk pertama kalinya, atau bermain dengan Mitchell dan Luke untuk pertama kalinya. Ada banyak kerja sama antarpemain yang akan berkembang sepanjang turnamen," kata Herdman.
Pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa kebersamaan yang lebih lama akan membuat skuad Indonesia tampil berbeda. Ia menyebut proses membangun chemistry tidak bisa instan, terutama di turnamen sepanjang ASEAN Cup.
Adaptasi Fisik Pemain Diaspora di Cuaca Tropis
Selain chemistry, Herdman menyoroti aspek fisik para pemain diaspora yang datang dari Eropa. Mereka harus beradaptasi dengan suhu tropis, pola tidur, dan jet lag yang memengaruhi performa di lapangan.
"Namun, Anda tidak bisa mempertahankan intensitas setinggi itu terus-menerus. Itulah yang kami pelajari malam ini," jelasnya.
Meski demikian, Herdman menilai para pemain akan tampil lebih tajam seiring banyaknya pertandingan yang dijalani bersama. Hal itu, menurutnya, selalu terjadi dalam proses pembentukan tim.
Modal Penting untuk Laga Berikutnya
Kemenangan atas Singapura menjadi tiga poin perdana yang penting bagi Indonesia di Grup A. Hasil ini memberi kepercayaan diri bagi skuad Garuda sebelum menghadapi laga-laga berikutnya di turnamen yang digelar di Jakarta tersebut.
Herdman menyebut proses adaptasi pemain baru dan pemain diaspora akan terus berlanjut sepanjang turnamen. Ia berharap chemistry antarpemain semakin terbangun seiring bertambahnya menit bermain bersama.