Stasiun Sukabumi Layani 613.678 Penumpang Januari–September 2026, Naik 7 Persen

Penulis: Ivan Setiawan  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:45:31 WIB
Stasiun Sukabumi melayani 613.678 penumpang pada Januari–September 2026, naik 7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

SUKABUMI — Kenaikan itu terdorong oleh layanan perjalanan yang menghubungkan Sukabumi dengan Bogor serta Cianjur hingga Cipatat. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut pertumbuhan penumpang sebagai indikator positif pemanfaatan transportasi kereta api.

“Stasiun Sukabumi menjadi salah satu simpul konektivitas perjalanan kereta api di Jawa Barat. Dengan adanya layanan perjalanan menuju Bogor serta Cianjur hingga Cipatat, masyarakat memiliki pilihan transportasi untuk mendukung aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antardaerah. Pertumbuhan jumlah penumpang ini menjadi indikator positif terhadap pemanfaatan transportasi kereta api,” ujar Franoto.

Bogor–Sukabumi Tembus 1,24 Juta Penumpang

Di tingkat wilayah, total volume keberangkatan Bogor–Sukabumi mencapai 1.241.652 penumpang pada Januari–September 2026. Angka itu naik sekitar 6 persen dibanding periode sama 2025 yang sebanyak 1.171.257 penumpang, atau bertambah 70.395 penumpang.

Stasiun Bogor Paledang menempati posisi kedua dengan 406.304 penumpang. Kontribusi Stasiun Sukabumi setara sekitar separuh volume wilayah tersebut.

Cigombong dan Cicurug Ikut Naik Dua Digit

Pertumbuhan juga tercatat di stasiun lain di lintas selatan Jawa Barat. Stasiun Cigombong naik sekitar 10 persen, dari 10.894 penumpang pada Januari–September 2025 menjadi 11.986 penumpang pada periode sama 2026.

Stasiun Cicurug mencatat kenaikan serupa, dari 27.828 menjadi 30.575 penumpang. Dua stasiun itu menambah beban perjalanan yang bermuara di Stasiun Sukabumi sebagai titik keberangkatan.

Untuk Apa Warga Naik Kereta dari Sukabumi

KAI Daop 1 Jakarta menyebut konektivitas yang tersedia memberi pilihan transportasi bagi masyarakat. Pemanfaatannya mencakup aktivitas pekerjaan, pendidikan, perjalanan keluarga, hingga wisata.

Bagi warga Sukabumi yang bekerja atau bersekolah di Bogor, kereta menjadi alternatif dari perjalanan darat via jalur Puncak. Stasiun Sukabumi berperan sebagai titik awal perjalanan antardaerah.

Angka yang Perlu Dijaga

Kenaikan 7 persen di Stasiun Sukabumi lebih tinggi dari pertumbuhan wilayah Bogor–Sukabumi yang sekitar 6 persen. Artinya, tambahan penumpang di lintas ini tidak merata dan Stasiun Sukabumi menyerap porsi terbesar.

Data tersebut dihimpun KAI Daop 1 Jakarta dari periode Januari hingga September 2026. Belum ada keterangan dari KAI soal proyeksi penumpang hingga akhir tahun maupun penambahan layanan.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: visi.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top