CIREBON — Kekurangan penerimaan PBB-P2 Kabupaten Cirebon masih sekitar Rp45 miliar berdasarkan posisi data Juli 2026. Angka tersebut setara 57,8 persen dari target tahunan yang ditetapkan Rp105,5 miliar. Pemkab Cirebon menilai sisa waktu yang tersedia semakin sempit untuk mengejar kekurangan itu.
Persoalan rendahnya realisasi pajak daerah ini terungkap dalam rapat koordinasi bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada Kamis, 15 Oktober 2026. Bupati Cirebon Imron menyebut masih ada desa dengan tingkat realisasi pembayaran yang jauh dari harapan.
"Ada desa yang baru di angka 20 persen," kata Imron, Jumat 16 Oktober 2026.
Sejumlah desa dilaporkan baru mampu merealisasikan pembayaran pajak sekitar 15 hingga 20 persen. Capaian itu menjadi perhatian serius karena PBB-P2 termasuk sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang menopang pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan.
Imron menegaskan, rendahnya penerimaan pajak berdampak langsung pada kemampuan daerah membiayai program. PBB-P2 selama ini menjadi salah satu pos andalan PAD Kabupaten Cirebon.
Target pelunasan PBB-P2 yang sebelumnya dijanjikan rampung pada Oktober 2026 kini bergeser menjadi November 2026. Pemkab Cirebon harus bekerja lebih keras mengejar sisa penerimaan pajak di sisa waktu yang terbatas.
Berdasarkan data penerimaan per 21 Juli 2026, realisasi PBB-P2 Kabupaten Cirebon baru mencapai Rp60,5 miliar dari target Rp105,5 miliar. Penerimaan pajak yang terkumpul saat itu baru sekitar 57,8 persen dari target tahunan.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat kekurangan penerimaan sekitar Rp45 miliar berdasarkan posisi data Juli 2026.
PBB-P2 merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang berperan dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan. Rendahnya realisasi pajak ini membuat Pemkab Cirebon harus mempercepat penagihan di tingkat desa.
Rapat koordinasi bersama sejumlah SKPD digelar untuk mencari solusi percepatan penerimaan. Pemerintah daerah menargetkan pelunasan rampung pada November 2026, meski sejumlah desa masih tertinggal jauh dari capaian yang diharapkan.