IHSG Anjlok 2,16% ke 5.814 di Sesi I, Ikut Koreksi Bursa Asia

Penulis: Feri Andika  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:12:31 WIB
IHSG ditutup melemah 2,16% ke level 5.814,72 pada sesi I perdagangan Kamis (15/10/2026).

JAWA BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,16% ke level 5.814,72 pada sesi I perdagangan Kamis (15/10/2026). Penurunan indeks sejalan dengan koreksi hampir seluruh bursa utama Asia, termasuk Nikkei 225 yang ambles 4,69%.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG terus merosot sejak dibuka pada level 5.917,13 pagi tadi. Sepanjang sesi I, nilai transaksi mencapai Rp 8,57 triliun dengan frekuensi perdagangan 1.096.641 kali.

Tekanan jual mendominasi pasar. Sebanyak 621 saham melemah, hanya 80 saham yang menguat, dan 89 saham stagnan.

Bursa Asia Kompak di Zona Merah

Pelemahan IHSG bukan fenomena tunggal. Hampir seluruh indeks utama Asia mengalami tekanan jual yang serupa pada sesi yang sama.

  • Straits Times Index (STI) Singapura melemah 0,71% ke level 5.384,7
  • Shanghai Composite Index (SSEC) turun 1,59% ke level 3.707,32
  • Hang Seng Index (HSI) Hong Kong terkoreksi 1,21% ke level 24.019,75
  • Nikkei 225 Index (N225) Jepang anjlok 4,69% ke level 64.567,39

Nikkei mencatat penurunan paling dalam di antara bursa utama Asia. Koreksi hampir 5% dalam satu sesi menandakan tekanan jual yang agresif di pasar Jepang.

Tekanan Jual Serentak di Kawasan

Volume perdagangan IHSG tercatat 22,43 dengan nilai transaksi Rp 8,57 triliun. Angka ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup ramai meski mayoritas saham berada di zona merah.

Rasio saham melemah terhadap yang menguat mencapai hampir 8 banding 1. Kondisi ini mencerminkan sentimen risk-off yang merata di seluruh sektor, bukan hanya pada kelompok saham tertentu.

Koreksi serentak di bursa Asia umumnya dipicu oleh faktor global yang sama. Pasar regional cenderung bergerak seirama ketika tekanan datang dari luar kawasan, misalnya kebijakan moneter negara besar atau gejolak geopolitik.

Yang Perlu Dicermati Investor

Bagi investor, pelemahan 2,16% dalam satu sesi menjadi sinyal penting untuk mencermati arah pasar pada sesi II. Apabila tekanan jual berlanjut, level support terdekat menjadi acuan apakah koreksi ini bersifat teknis jangka pendek atau bagian dari tren penurunan yang lebih panjang.

Pergerakan bursa Asia pada perdagangan sore nanti akan menjadi penentu apakah IHSG mampu rebound atau justru memperdalam koreksi. Investor disarankan memantau arus dana asing dan perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan di sesi II.

Reporter: Feri Andika
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top