Gempa M5.7 Guncang Sukabumi, BMKG Catat Pusat Gempa di 193 Km Baratdaya Jawa Barat

Penulis: Feri Andika  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:16:02 WIB
BMKG mendeteksi gempa magnitudo 5,7 dengan pusat di 193 km baratdaya Jawa Barat.

SUKABUMI — BMKG mendeteksi titik pusat gempa berada di koordinat -8.73° lintang selatan dan 106.47° bujur timur. Kedalaman 10 kilometer menempatkan gempa ini dalam kategori dangkal, jenis yang biasanya menghasilkan guncangan lebih terasa di permukaan dibanding gempa berkedalaman menengah.

Wilayah baratdaya Sukabumi berhadapan langsung dengan zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam lempeng Eurasia. Zona ini rutin memproduksi gempa dangkal dengan magnitudo bervariasi.

Berapa Jarak Pusat Gempa dari Permukiman Warga?

Jarak 193 km dari daratan Sukabumi membuat getaran di permukaan berpotensi melemah sebelum mencapai permukiman padat. Namun gempa dangkal dengan magnitudo di atas 5 sering tetap terasa hingga puluhan kilometer dari episentrum.

Shakemap BMKG yang menggambarkan sebaran intensitas guncangan di berbagai wilayah belum mencantumkan angka intensitas spesifik pada laporan awal. Pembaruan data biasanya menyusul dalam hitungan menit setelah monitoring berjalan.

Belum Ada Laporan Kerusakan atau Korban

Laporan awal BMKG tidak menyebut adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Informasi mengenai dampak gempa terhadap permukiman warga di Sukabumi dan sekitarnya masih menunggu verifikasi petugas di lapangan.

Warga yang merasakan guncangan disarankan menjauhi bangunan retak dan memeriksa kondisi struktur rumah sebelum kembali masuk. Gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil masih mungkin terjadi setelah gempa utama.

Panduan Berlindung Saat Gempa Masih Berlangsung

BMKG membagikan sejumlah langkah perlindungan diri yang perlu diingat warga di wilayah rawan gempa. Langkah-langkah ini disesuaikan dengan posisi seseorang saat guncangan terjadi.

  • Di dalam rumah atau gedung: berlindung di bawah meja, lindungi kepala dengan bantal atau helm, dan jauhi jendela serta dinding luar.
  • Di luar ruangan: menjauh dari gedung, tiang listrik, dan pohon besar menuju area terbuka, lalu waspadai gempa susulan.
  • Di kerumunan: ikuti arahan petugas penyelamat dan gunakan tangga darurat, hindari lift.
  • Di pegunungan atau lereng: segera ke daerah lapang karena gempa berpotensi memicu longsor.
  • Di dekat pantai: gempa bawah laut berpotensi menimbulkan tsunami, segera ke dataran lebih tinggi dan jangan kembali sebelum ada pernyataan aman dari BMKG.
  • Di dalam kendaraan: berhenti di tempat lapang, jauh dari jembatan, terowongan, dan pohon besar, tetap di dalam kendaraan hingga guncangan berhenti.

Warga diminta tidak panik dan mengikuti informasi resmi dari BMKG. Artikel ini disusun berdasarkan data resmi BMKG dan akan diperbarui jika terdapat informasi lanjutan mengenai dampak gempa di Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Feri Andika
Sumber: zonautara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top