JAWA BARAT — Badan Pengelola Investasi Danantara memastikan mobil dinas Maung Garuda buatan PT Pindad akan dibagikan serentak kepada seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. CTO Danantara Sigit Puji Santosa menyebut penerima kendaraan itu berpotensi lebih luas dari jajaran kabinet, dengan pengumuman kejutan dijadwalkan 20 Oktober 2026.
Sejumlah menteri koordinator Kabinet Merah Putih sudah mulai memakai Maung Garuda sebagai kendaraan dinas sejak 5 Oktober 2026. Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang mengaku belum seluruh anggota kabinet menerima fasilitas mobil buatan PT Pindad tersebut.
Pernyataan Airlangga sejalan dengan penjelasan Danantara bahwa pembagian kendaraan akan dilakukan serentak, bukan bertahap per pejabat. Pemerintah menempatkan penggunaan Maung Garuda sebagai bagian dari dorongan memakai produk dalam negeri untuk kebutuhan operasional kenegaraan.
Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan penggunaan Maung Garuda tidak hanya menyasar jajaran menteri dan wakil menteri. Kendaraan itu juga berpotensi dipakai pejabat negara lainnya.
"Spesifikasinya beda dong (dengan presiden), cukup banyak. Tapi nanti mungkin tunggu 20 Oktober ya, nanti akan ada kejutan," ujar Sigit, dikutip dari Antara, Kamis (8/10/2026).
Ia memastikan seluruh menteri dan wakil menteri akan mendapatkan mobil dinas Maung Garuda. "Bahkan lebih dari itu nanti," ucapnya.
Rincian siapa saja pejabat yang masuk daftar penerima masih ditahan. Sigit meminta publik menunggu pengumuman pada 20 Oktober 2026, yang ia sebut akan membawa kejutan terkait kendaraan dinas tersebut.
Maung Garuda yang disiapkan untuk para menteri memiliki bentuk dan sejumlah fitur yang kurang lebih serupa dengan Maung MV3 Garuda Limousine. Namun ada perbedaan dengan kendaraan kepresidenan, terutama pada kelengkapan fitur.
Unit yang disiapkan untuk para menteri tidak langsung dilengkapi sunroof seperti kendaraan Presiden Prabowo Subianto. Perbedaan spesifikasi itu disebut Sigit cukup banyak, meski ia belum merinci satu per satu.
Maung Garuda dikembangkan PT Pindad untuk kebutuhan kendaraan kenegaraan dan operasional. Pemanfaatannya kini diperluas dari lingkup kepresidenan ke kendaraan dinas pemerintahan sehari-hari.
Pengadaan Maung Garuda berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kendaraan ini merupakan produk industri pertahanan dalam negeri yang pemanfaatannya digeser ke kebutuhan kendaraan dinas pejabat negara.
Bagi PT Pindad, pesanan kendaraan dinas kabinet menambah volume produksi di lini kendaraan taktis yang selama ini lebih dikenal lewat segmen pertahanan. Bagi Danantara, proyek ini menjadi salah satu contoh penempatan produk nasional di lingkungan pemerintah.
Yang belum jelas justru jumlah unit dan nilai pengadaannya. Danantara maupun PT Pindad belum membeberkan berapa total Maung Garuda yang diproduksi untuk kabinet, berapa anggaran yang dikeluarkan, dan apakah pengadaan dibiayai APBN atau skema lain. Semua rincian itu kemungkinan ikut diumumkan pada 20 Oktober 2026.
Pembagian serentak membuat penggunaan Maung Garuda sebagai mobil dinas kabinet akan terlihat penuh setelah tanggal tersebut. Sampai sekarang, baru sebagian menteri koordinator dan beberapa pimpinan lembaga yang tercatat memakainya.