BANDUNG — Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat menyatakan kebakaran hutan dan lahan sudah melanda hampir seluruh wilayah provinsi. Dari 27 kabupaten dan kota di Jabar, 21 di antaranya melaporkan kejadian karhutla hingga pekan ini.
"Karhutla sudah terjadi di 21 dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Karhutla melanda 276 desa dan kelurahan di total 165 kecamatan," ungkap Hadi, Kamis, 1 Oktober 2026.
Sumedang mencatat jumlah kejadian terbanyak dibanding daerah lain. Sebaran titik api yang luas membuat petugas pemadam dan relawan bergerak di banyak lokasi secara bersamaan.
Total area yang hangus mencapai 668,25 hektare. Angka itu dihimpun dari laporan sejumlah posko dan pos pantau BPBD di tingkat kabupaten dan kota.
"Total luas lahan dan hutan yang sudah terbakar sampai pekan ini mencapai 668,25 hektare. Meski hujan sudah turun di sejumlah daerah, hujan belum merata, sehingga potensi karhutla masih harus terus diwaspadai," jelas Hadi.
Hujan yang belum merata jadi faktor utama. Sebagian wilayah masih kering, sementara daerah lain sudah mulai basah.
BPBD Jabar mengeluarkan imbauan kepada warga di seluruh kabupaten dan kota. Warga diminta tidak membakar sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan tidak membersihkan lahan dengan cara membakar.
Tiga larangan itu disebut sebagai pemicu utama karhutla skala kecil yang cepat membesar. Api dari pembakaran sampah atau puntung rokok bisa menjalar ke lahan kering di sekitarnya.
Pembersihan lahan dengan cara membakar masih jadi kebiasaan sebagian warga. BPBD meminta metode itu dihentikan selama musim kemarau belum benar-benar berakhir.
BPBD Jabar menilai risiko karhutla belum turun signifikan. Hujan yang turun di sebagian daerah belum cukup membasahi seluruh titik rawan.
Petugas di lapangan tetap bersiaga di posko kabupaten dan kota. Warga yang melihat titik api diminta segera melapor ke BPBD atau instansi terkait agar penanganan bisa cepat dilakukan sebelum api meluas.