Badan Geologi: Empat Lempeng Bumi Bertemu di Indonesia, Berkah dan Risiko

Penulis: Ivan Setiawan  •  Minggu, 27 September 2026 | 16:23:01 WIB
Badan Geologi memaparkan posisi Indonesia di pertemuan empat lempeng tektonik aktif dunia.

JAWA BARAT — Badan Geologi Kementerian ESDM memaparkan posisi Indonesia yang berada di pertemuan empat lempeng tektonik aktif dunia, yakni Eurasia, Indo-Australia, Pasifik, dan Laut Filipina. Interaksi keempat lempeng itu membentuk kekayaan sumber daya alam sekaligus memunculkan empat bahaya geologi utama. Pergerakan lempeng tercatat antara 0,4 cm hingga 11 cm per tahun.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap bahwa posisi geotektonik Indonesia menyimpan dua sisi sekaligus: limpahan sumber daya alam dan ancaman bencana geologi. Penjelasan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi @badan.geologi.

Dalam unggahan tersebut, Badan Geologi menyebut Indonesia menempati posisi strategis karena berada di titik pertemuan empat lempeng tektonik aktif. Keempatnya adalah Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Laut Filipina.

"Indonesia menempati posisi penting dari sudut pandang geotektonik, karena berada pada pertemuan empat lempeng tektonik aktif dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Laut Filipina," tulis Badan Geologi.

Kecepatan Pergerakan Tiap Lempeng

Infografik yang dibagikan Badan Geologi memperlihatkan kecepatan pergerakan masing-masing lempeng. Lempeng Eurasia bergerak ke arah tenggara sekitar 0,4 cm per tahun, sementara Lempeng Indo-Australia melaju ke utara sekitar 7 cm per tahun.

Adapun Lempeng Pasifik bergerak ke barat sekitar 11 cm per tahun. Lempeng Laut Filipina melaju ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 8 cm per tahun.

Pergerakan itu berlangsung dalam skala waktu geologi. Tidak setiap pergerakan langsung memicu gempa, tetapi interaksi antarlempeng menjadi faktor utama pembentuk kondisi tektonik aktif Indonesia.

Lima Anugerah Geologi di Balik Gempa

Kondisi tektonik yang sama juga mendatangkan keuntungan. Badan Geologi mencatat sedikitnya lima anugerah geologi yang berkaitan dengan proses tektonik di Indonesia.

Pertama, cekungan migas yang menjadi tempat terbentuk dan terakumulasinya minyak serta gas bumi. Kedua, energi panas bumi dari aktivitas geologi dan vulkanisme.

Ketiga, jalur mineralisasi yang berpotensi menghasilkan mineral logam maupun nonlogam. Keempat, tanah subur dari material erupsi dan proses geologi lainnya. Kelima, bentang alam bernilai wisata yang terbentuk selama jutaan tahun.

"Satu tatanan tektonik, beragam sumber daya untuk dimanfaatkan," demikian rangkuman Badan Geologi.

Empat Bahaya Utama yang Mengintai

Di sisi lain, tektonik aktif juga menjadi sumber berbagai bahaya geologi. Badan Geologi menyoroti empat bahaya utama: gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan gerakan tanah.

Gempa bumi berkaitan dengan aktivitas tektonik. Tsunami dapat terjadi akibat gangguan besar di laut, salah satunya gempa bumi bawah laut. Letusan gunung api berkaitan dengan aktivitas vulkanik, sedangkan gerakan tanah rentan terjadi di kawasan berlereng.

Badan Geologi mencantumkan sejumlah kejadian besar sebagai gambaran dampaknya, seperti tsunami Aceh 2004, gempa Nias 2005, gempa Lombok 2018, serta gempa dan tsunami Palu 2018. Selain empat bahaya utama, terdapat pula risiko lain seperti erosi, penurunan tanah, sedimentasi, serta semburan lumpur atau gas.

Mitigasi Jadi Kunci Pengurangan Risiko

Badan Geologi menekankan pentingnya kewaspadaan dan mitigasi karena gempa serta tsunami dapat terjadi dengan cepat dan memiliki tanda awal yang terbatas.

"Gempa dan tsunami termasuk bahaya yang paling mematikan. Terjadi cepat, tanda awal terbatas," peringat Badan Geologi.

Karena itu, pembangunan dan pemanfaatan wilayah perlu mempertimbangkan kondisi geologi setempat. Kewaspadaan dan mitigasi yang kuat dinilai dapat membantu mengurangi risiko bencana.

Dalam kajian resminya, Badan Geologi menegaskan Indonesia merupakan wilayah dengan sumber gempa yang terbentuk akibat interaksi empat lempeng. Zona penunjaman membentang dari barat Sumatera, selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, serta sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top