JAWA BARAT — Albakheet bertindak sebagai sutradara, sementara Salman memegang posisi produser. Proyek ini diproduksi sebagai bagian dari program Jordan Cinema Academy.
A Subconscious Dive menampilkan memori dan emosi Raghad saat menjalani sesi hipnoterapi. Penonton diajak masuk ke alam bawah sadarnya, menyelami laut, dan melihat momen-momen kelam dalam hidupnya sebagai anak, remaja, dewasa, hingga ibu.
Albakheet menyebut kekuatan film ini terletak pada kejujuran. "The strength of the film comes down to honesty, not being afraid to dive into deep, uncomfortable emotions," ujarnya.
Ia menjelaskan pengalaman hidupnya sebagai perempuan membentuk narasi film secara spontan. Menurutnya, emosi bersifat universal dan tidak terikat paspor, gender, ras, maupun latar belakang.
Salman mengaku pengalaman sebagai produser pertama kali menuntut sekaligus memuaskan. Ia berusaha memahami visi artistik Albakheet dan mencari cara praktis mewujudkannya.
Ia menyebut produksi film ini menantang karena dibuat dengan anggaran 4.231 dolar AS. Salah satu kendala terbesar adalah pengambilan gambar bawah air di Aqaba, Yordania selatan. Albakheet harus menyelesaikan pelatihan scuba diving agar bisa merekam sendiri.
Lokasi syuting lain berada di Al Azraq Wetland Reserve. Tim berkolaborasi dengan Royal Society for the Conservation of Nature selama produksi. Salman menyebut lokasi ini butuh perencanaan logistik cermat, mulai dari transportasi cast, kru, peralatan, hingga properti dari Amman, serta koordinasi dengan wali aktor anak demi keamanan mereka.
Albakheet menyebut pengakuan ini menjadi titik lompatan penting bagi perjalanannya sebagai penulis dan sutradara. Latar belakang seni rupa membantunya memvalidasi pendekatan visual dan penceritaan non-linear. Ia kini mengembangkan feature film debutnya.
Salman menambahkan bahwa terpilih di Student Academy Awards menjadi tonggak berarti bagi Yordania. Sebelumnya, film Tala'vision karya Murad Abu Eisheh memenangi penghargaan yang sama. Ia menyebut proyek ini sebagai angkatan pertama Jordan Cinema Academy.
"We are incredibly proud that a project created through the Jordan Cinema Academy has reached this stage and can represent Jordanian cinema internationally, not to mention that we are the first cohort of the academy, which is great for the history of the academy itself and the Royal Film Commission," kata Salman.
Salman yang mengutamakan peran sebagai penulis dan sutradara kini memiliki film pendek berjudul Acceptance. Film itu tayang perdana pada Juli di Amman Film Festival dan mengisahkan seorang pemuda yang terpuruk oleh duka mendalam.
Ia juga menggarap dua proyek lain. Film pendek What Remains sedang dalam tahap pengembangan dan dijadwalkan syuting tahun depan, mengangkat isu honor killing serta bagaimana konsekuensinya diwariskan antargenerasi.
Feature film perdananya, The Memory of You, terinspirasi dari kisah keluarganya sendiri. Film ini mengikuti konflik soal warisan setelah kematian kakeknya dari pihak ibu, konflik antar-saudara, serta lapisan lain seperti Alzheimer dan gagasan bahwa memori bisa jadi bagian paling berharga dari diri seseorang.