Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, membuka layanan pengolahan air bersih menggunakan sistem Hydro Flo 4.0 untuk membantu warga di sejumlah wilayah yang mulai terdampak kekeringan. Layanan berkapasitas produksi hingga 40.000 liter per hari ini disiagakan menyusul musim kemarau yang mulai melanda beberapa kecamatan.
SUMEDANG — PMI Kabupaten Sumedang mengerahkan satu unit tangki air untuk mendistribusikan hasil olahan Hydro Flo 4.0 ke titik-titik yang kesulitan mendapatkan air bersih. Kepala Markas PMI Kabupaten Sumedang Ipan Permana mengatakan layanan ini dioperasikan berdasarkan pemantauan kondisi lapangan dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih, PMI Kabupaten Sumedang membuka layanan pengolahan air bersih dengan sistem Hydro Flo 4.0 untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan," ujarnya di Sumedang, Senin.
Penyaluran tahap awal menyasar dua kecamatan dengan jumlah penerima terbesar. Di Kecamatan Cimalaka, PMI menyalurkan 6.000 liter air bersih ke Desa Cibeureum Wetan yang melayani 759 kepala keluarga atau sekitar 2.154 jiwa.
Desa Serang di kecamatan yang sama menerima 5.000 liter air untuk 98 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa, dengan tambahan 5.000 liter dari tangki BPBD. Sementara di Kecamatan Darmaraja, Dusun Ciduging, Desa Tarunajaya mendapat jatah 11.000 liter air untuk 223 kepala keluarga atau 679 jiwa, plus 10.000 liter dari BPBD.
PMI Sumedang juga menyalurkan bantuan masing-masing 5.000 liter air bersih ke tiga lokasi berbeda. Titik tersebut meliputi Perumahan Bukit Puri Asri di Kecamatan Cisarua, Desa Cibungur di Kecamatan Rancakalong, dan Desa Mangunarga di Kecamatan Cimanggung.
Total distribusi tahap awal mencapai 32.000 liter air bersih yang menjangkau enam desa dan satu perumahan di empat kecamatan berbeda.
Ipan menyebut pendistribusian dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di titik-titik yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Pihaknya berkoordinasi dengan BPBD dalam penyaluran agar bantuan tepat sasaran.
"Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan pendistribusian dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan," katanya.
PMI Sumedang membuka layanan ini setelah sejumlah wilayah di kabupaten tersebut mulai memasuki musim kemarau dan mengalami kekeringan. Sistem Hydro Flo 4.0 yang dioperasikan mampu memproduksi air bersih hingga 40.000 liter per hari untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.