BPBD Kota Cirebon Catat 3.929 Jiwa Terdampak Kekeringan di Argasunya, Distribusi Air Capai 145.000 Liter

Penulis: Feri Andika  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:36:31 WIB
Petugas BPBD Kota Cirebon mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat, Senin (21/8/2026).

Kekeringan di Kota Cirebon, Jawa Barat, meluas. BPBD Kota Cirebon mencatat warga terdampak di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, kini mencapai 3.929 jiwa hingga 21 Agustus 2026, meningkat dari 3.271 jiwa pada pekan sebelumnya. Puncak musim kemarau membuat debit air sungai menyusut, memaksa warga di sejumlah kampung mengandalkan pasokan air bersih dari pemerintah.

CIREBON — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mencatat jumlah warga terdampak kekeringan di Kelurahan Argasunya terus bertambah. Hingga 21 Agustus 2026, tercatat 3.929 jiwa yang tersebar di beberapa kampung mengalami krisis air bersih.

Angka ini naik signifikan dibandingkan pendataan sebelumnya pada 14 Agustus 2026 yang baru mencapai 3.271 jiwa dari 1.004 kepala keluarga (KK). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Eko Kuswantoro mengatakan, Agustus merupakan puncak kemarau berdasarkan prediksi BMKG.

Kampung Benda Terdampak, Pasokan Air Sungai Surut

"Agustus ini merupakan puncak kemarau berdasarkan prediksi BMKG. Kondisi sumber air yang sebelumnya masih dimanfaatkan warga juga mulai menyusut," kata Eko di Cirebon, Senin.

Kekeringan yang sebelumnya hanya dirasakan sebagian wilayah Argasunya kini meluas. Kampung Benda menjadi wilayah terbaru yang ikut terdampak lantaran masyarakat setempat selama ini menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada air sungai.

"Biasanya warga Benda mengambil air dari sungai, tetapi sekarang kondisinya sudah surut. Karena itu, kami kemarin juga menyalurkan bantuan air ke wilayah tersebut," ujarnya.

Total Air Bersih Tersalur Capai 145.000 Liter

BPBD bersama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Kodim 0614 Kota Cirebon, DPRKP, dan PMI terus memasok air bersih secara rutin. Hingga 21 Agustus, total air yang telah disalurkan mencapai 145.000 liter, bertambah 36.000 liter dari catatan distribusi hingga 14 Agustus yang sebanyak 109.000 liter.

Untuk memudahkan warga, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata menempatkan enam toren air di sejumlah lokasi, termasuk di Benda, Kopiluhur, Kedung Krisik, dan Cadasngampar. Distribusi air dilakukan setiap hari dengan volume sekitar 10.000 liter.

Status Darurat Kekeringan Berlaku Hingga 30 September

Pemerintah Kota Cirebon telah menetapkan status darurat kekeringan sejak 1 Juli lalu. Status ini berlaku hingga 30 September 2026. Eko memproyeksikan kebutuhan air bisa meningkat apabila kondisi kemarau masih berlanjut.

"Jumlah warga terdampak masih mungkin bertambah karena kita masih berada dalam periode puncak kemarau," ujarnya.

Selain krisis air, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan. BPBD mencatat sepanjang Juli terdapat 31 kejadian kebakaran, sedangkan pada Agustus hingga kini tercatat 17 kejadian.

"Kami mengimbau warga menggunakan air seperlunya dan tidak membakar sampah sembarangan karena kondisi kering membuat api lebih mudah menyebar," kata Eko.

Reporter: Feri Andika
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top