Wali Kota Bandung Minta Maaf soal Macet Proyek BRT, Keluhan Warga Sudah Terdeteksi Sejak 14 Agustus

Penulis: Gilang Permana  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:22:32 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan permintaan maaf atas kemacetan yang ditimbulkan proyek BRT di sejumlah ruas jalan.

BANDUNG — Proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung tengah menjadi sorotan lantaran menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan buka suara dan meminta maaf secara langsung kepada masyarakat yang terdampak pengerjaan proyek transportasi massal tersebut.

Farhan mengakui, persepsi publik terhadap proyek BRT saat ini masih sangat negatif. Ia menegaskan, keluhan yang masuk ke Pemkot Bandung sudah terdeteksi sejak pertengahan Agustus lalu dan kini tengah ditangani bersama pihak terkait.

"Saya dapat laporan tertulis. Keluhan-keluhan macet ini memang sudah kita deteksi sejak 14 Agustus yang lalu. Ada berbagai alasan dari kontraktor, tetapi buat saya itu bukan alasan. Yang paling penting adalah bagaimana BRT ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi warga Bandung," ujar Farhan, Jumat (21/08/2026).

Kemacetan Akibat Pembenahan Trotoar dan Median Jalan

Farhan menjelaskan, penyebab utama kemacetan adalah pekerjaan pembenahan yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Bandung di sejumlah titik. Perbaikan tersebut mencakup jalur trotoar dan median jalan yang menjadi bagian dari koridor BRT.

Meski mengganggu arus lalu lintas, Wali Kota memastikan pengerjaan akan dilakukan dengan cepat dan rapi. Ia juga menekankan aspek keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan konstruksi.

"Saya mohon maaf sekali karena menimbulkan kemacetan, tetapi saya akan pastikan pengerjaannya cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan," tuturnya.

Rute Koridor BRT dan Target Operasi Penuh 2027

Pembangunan sistem BRT secara menyeluruh ditargetkan rampung pada 2027. Setelah seluruh konstruksi selesai, layanan BRT akan beroperasi penuh tanpa ada pekerjaan tambahan yang berpotensi mengganggu lalu lintas.

Koridor utama BRT direncanakan melintasi sejumlah kawasan strategis. Rutenya dimulai dari Alun-alun Bandung menuju Jalan Sudirman, Rajawali, kawasan Stasiun Bandung, Otista, Tegalega, hingga kembali ke pusat kota.

Koridor lainnya akan menghubungkan Alun-alun, Banceuy, Ahmad Yani, Kiaracondong, Jalan Jakarta, Simpang Lima, Asia Afrika, dan kembali lagi ke Alun-alun Bandung. Pada ruas-ruas tersebut akan diterapkan jalur khusus atau dedicated lane yang dilengkapi separator untuk memberi prioritas bagi armada BRT.

Warga Diminta Lapor Keluhan Lewat 112 atau Medsos

Farhan mengajak masyarakat dan media massa untuk ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan BRT. Setiap keluhan atau persoalan di lapangan diminta segera dilaporkan melalui kanal resmi pemerintah.

"Kalau ada kemacetan atau hal-hal yang tidak memuaskan, laporkan segera. Boleh ke 112, boleh melalui media sosial. Teman-teman wartawan juga silakan mengawasi. Kami membutuhkan bantuan masyarakat untuk memastikan pembangunan BRT ini memberikan manfaat untuk semua orang," katanya.

Pembangunan BRT disebut sebagai bagian dari visi jangka panjang pengembangan transportasi massal di Kota Bandung. Setelah sistem BRT berjalan optimal, Pemkot Bandung berencana mengembangkan moda transportasi berbasis rel ringan atau Light Rail Transit (LRT).

"Karena ada mimpi berikutnya, yaitu LRT. Tapi itu nanti. Yang sekarang kita fokus memastikan BRT berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: terasjabar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top