BANDUNG — Ratusan orang tua murid memadati Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat sejak pagi. Mereka mengadukan kendala pendaftaran SPMB Maung dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang tumpang tindih. Dedi Mulyadi yang tiba di lokasi langsung mendengarkan keluhan satu per satu.
Dedi mengungkapkan ketidaksesuaian jadwal antara PCMB dan SPMB. Ia sebelumnya meminta agar PCMB digelar lebih dulu pada Maret 2026, tetapi kenyataannya kedua proses berlangsung bersamaan setelah SPMB Sekolah Maung dimulai.
"Saya awalnya minta PCMB ini digelar sebelum SPMB atau pada Maret 2026, tapi kenapa tidak dilakukan," ujar Dedi di hadapan Kepala Disdik Jabar Purwanto dan para orang tua.
Menurut Dedi, penumpukan pengaduan di kantor Disdik Jabar tidak efektif. Ia menilai setiap sekolah seharusnya mampu menangani persoalan teknis pendaftaran murid baru secara mandiri.
"Ini bisa selesai di sekolah masing-masing, kalau semua ke sini siapa yang mau menjawab (keluhan)," jelasnya.
Pria yang akrab disapa KDM itu menegaskan bahwa mayoritas masalah bukan berasal dari aturan penerimaan siswa baru, melainkan dari sistem aplikasi. "Kalau menurut saya sih nggak ribet. Ini kan kalau sudah dari 340.000 ada beberapa