BANDUNG — Persib Bandung resmi mengunci gelar juara Liga 1 2025/2026 setelah bermain imbang melawan Persijap pada laga pamungkas. Koleksi 79 poin yang diraih Persib sama dengan milik Borneo FC, namun keunggulan head-to-head membuat Maung Bandung keluar sebagai kampiun.
Di balik keberhasilan itu, pelatih Bojan Hodak menyebut musim ini sebagai salah satu yang paling sulit sepanjang kompetisi. Penyebabnya bukan faktor lawan, melainkan perubahan besar di internal tim.
Bojan mengungkapkan bahwa timnya kehilangan lima pemain inti dari musim sebelumnya. Pergantian besar-besaran ini memaksa staf pelatih bekerja ekstra untuk membangun kembali koordinasi di lapangan.
“Tahun ini mungkin salah satu musim tersulit bagi kami karena harus mengganti lima pemain di dalam tim utama,” kata Bojan di Bandung, Sabtu.
Dibanding dua musim sebelumnya, komposisi pemain Persib relatif stabil sehingga permainan lebih konsisten. Musim ini, proses adaptasi memengaruhi performa tim sejak awal hingga pertengahan kompetisi.
Meski dihantam kesulitan, Bojan menegaskan bahwa timnya tetap mampu menjaga fokus dan mental juara. Tekanan persaingan yang ketat tidak membuat Persib goyah.
“Bagaimanapun, kami berhasil melewati semua kesulitan itu dan tetap bisa bersaing hingga akhir,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa keberuntungan juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Namun, kerja keras dan konsistensi sepanjang musim menjadi fondasi utama keberhasilan tim.
Persib dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 79 poin di akhir musim. Regulasi kompetisi menjadikan hasil head-to-head sebagai parameter pertama penentu juara, dan Persib unggul dalam hal tersebut.
Laga pamungkas melawan Persijap yang berakhir imbang sudah cukup membawa Persib ke puncak klasemen. Kepastian ini disambut suka cita oleh Bobotoh yang setia mendukung tim sejak awal musim.
Dengan pengalaman musim ini, Bojan dihadapkan pada tantangan baru: mempertahankan gelar dengan skuad yang mungkin kembali berubah. Stabilitas tim musim depan akan menjadi pekerjaan rumah utama.
Jika komposisi pemain inti bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin Persib akan tampil lebih dominan ketimbang musim ini. Namun jika perubahan skuad kembali terjadi, proses adaptasi harus dimulai dari awal lagi.