CIREBON — KAI Daop 3 Cirebon memulai program unik yang mengaitkan berat badan pegawai dengan keselamatan perjalanan kereta. Program bertajuk Weight Loss Challenge 2026 ini akan berlangsung selama dua bulan penuh, dengan evaluasi dilakukan setiap dua pekan sekali.
Sebelum memulai tantangan, para peserta menjalani serangkaian pemeriksaan di Kantor Unit Kesehatan Daop 3 Cirebon. Pengukuran meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar perut, hingga analisis komposisi tubuh secara detail.
Peluncuran program diawali dengan seminar bertema "Berat Badan Menyusut, Kerja Makin Semangat, Produktivitas Meningkat". Materi disampaikan oleh dokter spesialis gizi klinik, dr. Muhammad Fahri Firdaus, Sp.GK., M.H., AIFO-K.
Program ini dijalankan bekerja sama dengan Rumah Sakit Medimas. Kolaborasi tersebut memastikan setiap peserta mendapatkan pendampingan medis yang tepat selama proses penurunan berat badan.
Kepala Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, menegaskan bahwa kesehatan pekerja merupakan pilar utama kelancaran operasional. Ia menyebut program ini sebagai bentuk investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kesehatan pekerja adalah pilar utama kelancaran operasional. Melalui Weight Loss Challenge 2026, kami berinvestasi pada peningkatan kualitas SDM dengan mendorong terciptanya budaya hidup sehat di lingkungan kerja," ujar Sigit dalam keterangannya, Rabu (20/5).
Ia menambahkan bahwa kondisi tubuh yang bugar membuat pekerja lebih produktif saat menjalankan tugas. Hal ini pada akhirnya berdampak langsung pada aspek keselamatan perjalanan kereta api dan pelayanan kepada pelanggan.
"Dengan kondisi tubuh yang bugar dan prima, pekerja dapat meningkatkan produktivitas serta menjalankan tugas secara optimal, sehingga aspek keselamatan perjalanan KA dan kualitas pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga di level tertinggi," tegasnya.
Manajemen KAI Daop 3 Cirebon berharap program ini tidak berhenti setelah delapan pekan. Target jangka panjangnya adalah membentuk kebiasaan positif yang diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari para pegawai.
Sigit menekankan bahwa kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh harus terus meningkat. Hal itu dinilai krusial untuk menjaga layanan transportasi publik tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Melalui program ini diharapkan meningkatnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sehingga terus menjaga produktifitas kinerja optimal serta menjadi kebiasaan positif yang diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari hari," pungkas Sigit.