BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan jadwal resmi penerimaan siswa baru untuk Sekolah Maung tahun 2026. Proses pendaftaran akan berlangsung pada 25 hingga 29 Mei 2026, setelah calon peserta didik menyelesaikan pendaftaran akun yang ditutup pada 22 Mei 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan bahwa tahun ini terdapat 41 institusi yang masuk dalam daftar Sekolah Maung. Jumlah tersebut terdiri dari 28 SMA negeri serta 13 SMK negeri yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Barat.
Purwanto menegaskan bahwa seleksi tahun ini memiliki skema yang berbeda dari pendaftaran sekolah negeri pada umumnya. Pada penerimaan Sekolah Maung, sistem zonasi yang biasanya menjadi prioritas kini ditiadakan sepenuhnya.
Berikut adalah rincian kuota dari setiap jalur pendaftaran yang tersedia:
Untuk dapat bergabung dengan Sekolah Maung, terdapat sejumlah kriteria kelulusan dan usia yang harus dipenuhi oleh pendaftar. Calon siswa harus menunjukkan bukti kompetensi sesuai dengan jalur yang mereka pilih saat pendaftaran.
Persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain: lulusan SMP/MTs atau sederajat tahun 2026 atau tahun sebelumnya dengan usia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026. Peserta jalur kompetensi akademik wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Calon siswa juga harus memiliki bukti prestasi berupa rapor, sertifikat kejuaraan, portofolio karya, atau hasil Tes Potensi Akademik yang relevan. Selain itu, peserta wajib berdomisili di wilayah Jawa Barat minimal selama satu tahun, dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) dan KTP orang tua, serta melampirkan surat rekomendasi resmi dari sekolah asal yang menyatakan siswa berprestasi dan berencana lanjut ke perguruan tinggi.
Sekolah yang terpilih menjadi Sekolah Maung tersebar merata di kota dan kabupaten di Jawa Barat. Untuk jenjang SMA, sekolah-sekolah unggulan tersebut antara lain SMAN 2 Cibinong, SMAN 1 Bogor, SMAN 1 Depok, SMAN 1 Bekasi, SMAN 2 Tambun Selatan, SMAN 1 Subang, SMAN 1 Purwakarta, SMAN 5 Karawang, SMAN 2 Kota Sukabumi, dan SMAN 1 Pelabuhanratu.
Daftar ini berlanjut ke wilayah lain seperti SMAN 1 Cisarua, SMAN 1 Cianjur, SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 3 Cimahi, SMAN 1 Soreang, SMAN 1 Sumedang, SMAN 1 Majalengka, SMAN 1 Sindang, SMAN 2 Cirebon, SMAN 1 Palimanan, dan SMAN 2 Kuningan. Wilayah Priangan Timur diwakili oleh SMAN 1 Garut, SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 1 Singaparna, SMAN 1 Ciamis, SMAN 1 Banjar, hingga SMAN 1 Parigi.
Untuk jenjang kejuruan, tersedia pilihan seperti SMKN 1 Cibinong, SMKN 3 Bogor, SMKN 2 Kota Bekasi, SMKN 1 Cibadak, SMKN 1 Pacet, SMKN 1 Cimahi, SMKN 1 Katapang, SMKN 1 Majalengka, SMKN 1 Mundu, SMKN 1 Garut, SMKN 2 Tasikmalaya, dan SMKN 1 Pangandaran. Satu sekolah lagi, SMKN 1 Tajug Gede Purwakarta, saat ini statusnya masih dalam proses pendirian melalui Keputusan Gubernur secara terpisah.
Pendaftaran dilakukan secara mandiri oleh calon siswa melalui platform daring di situs resmi https://maung.spmb.jabarprov.go.id. Calon peserta diharapkan mempersiapkan dokumen digital yang diperlukan sebelum masa pendaftaran dimulai.