JAWA BARAT — Kemenangan ini membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 78 poin, unggul dua angka dari Borneo FC yang membuntuti di posisi kedua. Laga tandang terakhir musim ini berubah menjadi panggung heroik bagi Maung Bandung yang tampil tanpa pelatih kepala Bojan Hodak.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menyebut pertandingan kontra PSM layaknya partai puncak. "Memang luar biasa. Kemarin itu seperti final, saya anggap final. Saya bilang kepada anak-anak, hari ini kalian final, tidak ada tawar-menawar. Jangan sampai draw, apalagi kalah," tegas Umuh, Senin (18/5/2026).
Semangat juang pemain tetap menyala meski Bojan Hodak harus pulang ke Kroasia karena ibunda tercintanya meninggal dunia. "Walaupun gol kemenangan datang pada menit-menit akhir, justru itu yang membuat semua pemain dan Bobotoh merasa sangat puas," imbuh pria berusia 77 tahun itu.
Umuh mengungkapkan perjuangannya sendiri untuk bisa mendampingi tim ke Makassar. Dalam kondisi kurang sehat, ia memaksakan diri berangkat. "Jam 10 siang baru menelepon staf untuk ikut, padahal tiket juga belum ada. Alhamdulillah akhirnya bisa berangkat ke Makassar," jelas Umuh.
"Memang sangat melelahkan, tetapi semuanya terbayar dengan kegembiraan luar biasa," lanjutnya. Ia juga sempat terbawa emosi saat terjadi kericuhan kecil di pinggir lapangan pasca-pertandingan, namun mengaku suasana mencair setelah keluar stadion.
Meski peluang juara terbuka lebar, Umuh meminta pemain tidak larut dalam euforia. "Saya sudah bilang ke pemain, jangan dulu euforia karena perjuangan belum selesai. Memang peluang sudah 90 atau 99 persen, tapi tetap ada tanda bahaya kalau sampai kalah," tegasnya.
Persib akan menjamu Persijap Jepara pada laga penutup musim, Sabtu (23/5/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Umuh berharap tim kembali tampil menghibur Bobotoh. "Draw mungkin aman, tapi saya juga tidak berharap seri. Pertandingan terakhir tetap harus dimenangkan," tambahnya.
Jika Persib resmi memastikan gelar juara, perayaan akan digelar sehari setelah laga terakhir. "Rencananya besoknya langsung dirayakan. Start dari Gedung Sate, lalu berkumpul di Braga dan menuju Gedung Merdeka Asia Afrika. Tapi ini masih sebatas rencana," ungkap Umuh.
Di tengah tekanan laga tandang, Umuh mengaku terharu dengan sambutan Bobotoh yang hadir di Makassar. "Mereka baik sekali, minta foto bersama. Saya sampai terenyuh dan akhirnya kasih uang buat jajan mereka karena senang dengan sambutannya. Alhamdulillah semuanya aman," tutupnya.